Berita

Dua Pelaku Curanmor Dibekuk di Serang, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

Advertisement

Unit Reskrim Polsek Kragilan, Kabupaten Serang, berhasil mengamankan dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Keduanya adalah FH (21) dan RO (16), yang merupakan pelaku pencurian sepeda motor yang terparkir di halaman rumah warga di Kecamatan Kragilan.

Kronologi Pencurian

Aksi pencurian tersebut terjadi pada Rabu (21/1/2026), sekitar pukul 05.00 WIB, di sebuah rumah di Kampung Pematang, Desa Pematang. Saat itu, suasana kampung masih sepi, dimanfaatkan oleh kedua pelaku untuk melancarkan aksinya. Korban, Alfan, segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian setelah menyadari motornya hilang.

Penangkapan Pelaku

Menindaklanjuti laporan korban, petugas Unit Reskrim Polsek Kragilan segera melakukan penyelidikan intensif. Kapolsek Kragilan, Kompol Dwi Hary BW, menjelaskan bahwa penangkapan terhadap kedua pelaku dilakukan pada Senin (26/1/2026).

“Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, kami berhasil mengamankan tersangka FH terlebih dahulu di rumahnya di Desa Kragilan, Serang,” ujar Dwi Hary, Selasa (27/1/2026).

Advertisement

Dari penangkapan FH, petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka RO di kediamannya di Desa Binuang. “Kedua tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian sepeda motor milik korban. Selanjutnya langsung kami amankan ke Polsek Kragilan untuk proses hukum lebih lanjut,” ucapnya.

Barang Bukti dan Pengakuan

Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit motor, yang terdiri dari satu unit sebagai sarana kejahatan dan satu unit lainnya merupakan hasil curian. Selain itu, sebuah obeng yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya juga turut diamankan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengakui telah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor sebanyak tujuh kali di wilayah hukum Polres Serang. “Saat ini para tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan kami terus mendalami kemungkinan adanya lokasi kejadian lainnya,” kata Dwi Hary.

Advertisement