Berita

Gerindra Usul Personel Keamanan Bandara Perintis Pasca Penembakan Pilot di Papua

Advertisement

Insiden penembakan terhadap pilot dan kopilot pesawat Smart Air di Bandara Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, memicu perhatian serius dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga menjadi pelaku di balik serangan yang menewaskan kedua awak pesawat tersebut.

Desakan Penempatan Personel Keamanan

Menyikapi kejadian tersebut, Anggota Komisi V DPR RI dari Partai Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, mendesak pemerintah untuk segera menempatkan personel keamanan yang memadai di objek vital transportasi udara perintis. “Karena itu, kami meminta penempatan personel keamanan yang memadai di objek vital transportasi udara perintis,” ujar Danang Wicaksana kepada wartawan pada Jumat (13/2/2026).

Danang menekankan bahwa konektivitas udara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah terluar Indonesia. Oleh karena itu, keselamatan pilot dan kru penerbangan menjadi prioritas utama yang harus dijamin oleh negara. “Kami meminta pemerintah menjamin keamanan bandara perintis agar distribusi logistik dan pergerakan manusia di daerah 3T tidak terhenti akibat teror,” tegasnya.

Respons Cepat dan Antisipasi Dampak

Selain mendesak penempatan personel keamanan, Danang juga mendorong adanya respons cepat untuk memulihkan situasi keamanan pasca-insiden. Ia mengingatkan bahwa ancaman keamanan yang berlarut-larut dapat membuat maskapai enggan beroperasi di wilayah tersebut.

“Dampaknya, masyarakat di daerah pedalaman bisa semakin terisolasi, sementara harga kebutuhan pokok melonjak akibat terganggunya pasokan,” tutur anggota DPR RI Dapil Jateng III ini. Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memperjuangkan perlindungan bagi para pekerja transportasi yang telah mempertaruhkan nyawa demi menjaga konektivitas antarwilayah di Nusantara. “Kami berkomitmen memperjuangkan perlindungan bagi para pahlawan transportasi yang bertaruh nyawa demi merajut konektivitas Nusantara,” ujar Danang.

Advertisement

Identifikasi Pelaku Penembakan

Sebelumnya, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengidentifikasi pelaku penembakan terhadap pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR di Kabupaten Boven Digoel. Penembakan tersebut diduga didalangi oleh KKB pimpinan Elkius Kobak.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, dalam keterangannya pada Kamis (12/2) menyebutkan, “Aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak.”

Menindaklanjuti insiden ini, sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Pengamanan diperkuat dengan 12 personel Kopasgat TNI AU, serta koordinasi lanjutan dengan jajaran TNI AD untuk penguatan pengamanan di bandara perintis yang vital bagi masyarakat pedalaman tersebut.

Advertisement