JAKARTA, 30 Januari 2026 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah sigap menghadapi potensi banjir dengan mempercepat normalisasi Kali Cakung Lama dan Sungai Ciliwung. Keputusan ini diambil menyusul prediksi tingginya curah hujan yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Desember.
Prioritas Penanganan Banjir
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan diperkirakan masih tinggi. Oleh karena itu, penanganan di sejumlah wilayah rawan banjir diputuskan untuk dipercepat.
“Mengingat curah hujan yang diperkirakan dari hasil BMKG masih tinggi, maka penanganan pada Kali Cakung Lama dan juga Kali Angke untuk mengurangi genangan yang ada di wilayah tersebut kami putuskan untuk segera dimulai,” ujar Pramono usai memimpin Rapat Terbatas di Balai Kota Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Pramono menambahkan bahwa normalisasi Kali Cakung Lama akan menjadi salah satu prioritas Pemprov DKI dalam strategi penanganan banjir jangka menengah. Sementara itu, untuk Sungai Ciliwung, normalisasi akan difokuskan pada pembangunan tanggul atau turap.
Pembagian Tugas dan Pembangunan Infrastruktur
Dalam upaya normalisasi ini, terdapat pembagian tugas yang jelas antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. “Untuk normalisasi Ciliwung yang akan membangun tanggul atau turapnya adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sedangkan untuk Cakung Lama dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta,” jelasnya.
Pemprov DKI juga berkomitmen untuk segera membersihkan lahan yang telah dibebaskan di sepanjang sungai dan melanjutkan dengan pembangunan turap. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses normalisasi dan meminimalkan potensi banjir saat terjadi hujan deras.
Pembangunan Embung untuk Pengendalian Air
Selain normalisasi sungai, Pemprov DKI Jakarta juga menyepakati pembangunan embung atau Waduk Polor di Bendung Polor, Kali Angke. Fungsi utama embung ini adalah untuk menahan debit air hujan agar tidak seluruhnya langsung mengalir ke Cengkareng Drain.
“Itu dilakukan untuk mengurangi curah hujan yang ada di Kali Angke supaya berkurang di embung tersebut, tidak semuanya langsung turun ke Cengkareng Drain,” terang Pramono.
Anggaran Normalisasi
Menyinggung soal anggaran, Pramono mengakui bahwa kebutuhan dana untuk normalisasi Kali Cakung Lama bersifat dinamis mengingat proyek ini merupakan program jangka menengah. Namun, ia memastikan bahwa anggaran yang dibutuhkan telah disiapkan.
“Untuk bulan Februari saja kita butuh 132 miliar rupiah dan sudah disetujui,” ungkapnya.
Pramono juga menyebutkan bahwa sebagian segmen normalisasi Kali Cakung Lama sudah mulai dikerjakan. Untuk segmen yang masih menjadi kendala, khususnya di wilayah Cilincing, anggarannya akan segera disusun dan menjadi prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
“Secara prinsip dari total sekitar 8,5 kilometer itu anggarannya sudah ada, hanya memang yang di ujung belum ada. Tapi itu sudah saya setujui dan menjadi prioritas,” pungkasnya.






