Bekasi – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta ribuan paket sembako dalam acara panen raya jagung kuartal IV di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Penyerahan Alsintan dan Bakti Sosial
Acara yang berlangsung di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, pada Kamis (8/1/2025) ini, menyaksikan penyerahan empat unit alsintan, terdiri dari dua unit hand tractor dan dua unit pompa air, kepada kelompok tani setempat. Selain itu, disalurkan pula 1.000 paket sembako yang ditujukan bagi masyarakat kelompok tani dan warga sekitar lokasi panen.
Setiap paket sembako berisi beras 5 kg, gula 1 kg, tepung terigu 1 kg, kecap 1 botol, saus 1 botol, teh 2 pcs, susu kaleng 1 pcs, minyak goreng 2 kg, dan mie instan 4 pcs.
Bakti Kesehatan untuk Masyarakat
Selain bantuan pangan, kegiatan ini juga menyertakan bakti kesehatan untuk 500 orang. Layanan yang diberikan meliputi pengobatan umum, gigi, dan pemeriksaan laboratorium, dengan sasaran yang sama, yaitu masyarakat kelompok tani dan warga sekitar.
Dihadiri Pejabat Penting
Panen raya jagung kuartal IV ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Turut hadir pula Dirut Perum Bulog Letjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, AS SDM Kapolri selaku Kasatgas Ketahanan Pangan Irjen Anwar, dan Kadivhumas Polri Irjen Sandi Nugroho.
Acara ini menjadi bukti komitmen Indonesia dalam mencapai swasembada pangan jagung.
Luas Lahan dan Komitmen Polri
Secara keseluruhan, total luas lahan yang dijadwalkan panen pada kuartal IV adalah 39.096,13 hektare. Dari jumlah tersebut, 1.191,28 hektare akan melaksanakan panen raya serentak di 36 polda.
Jenderal Sigit menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung upaya mempertahankan swasembada jagung pada tahun 2026. Hal ini penting demi meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional.






