Berita

Kemensos Pastikan Pemulihan Sosial Bencana Sumatera Berjalan Menyeluruh dan Tangguh

Advertisement

Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil peran sentral sebagai Koordinator Bidang Sosial dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama Kemensos mencakup pemulihan sosial psikologis, rehabilitasi sarana sosial dan budaya, dukungan kesehatan, pendidikan, agama, serta penguatan lembaga sosial.

Pendekatan ‘Membangun Lebih Baik dan Tangguh’

Rapat koordinasi Satgas yang berlangsung di Kementerian Dalam Negeri menegaskan komitmen untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan pendekatan ‘membangun lebih baik dan lebih tangguh’. Ketua Tim Pengarah Satgas, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, menekankan pentingnya hal ini. “Kita bukan hanya sekedar membangun seperti semula, tapi kita harus berkomitmen untuk membangun lebih baik dan lebih tangguh, artinya tangguh untuk menghadapi bencana di masa depan,” ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

Pratikno juga menyoroti krusialnya data tunggal terintegrasi sebagai fondasi kebijakan dan intervensi lintas sektor. “Misi utamanya adalah mempunyai data tunggal dengan dashboard yang terintegrasi supaya intervensinya akurat dan akuntabilitasnya bisa dijaga maksimal,” tuturnya.

Intervensi Bertahap Kemensos

Sebagai koordinator bidang sosial, Kemensos melaksanakan intervensi secara bertahap. Tahapan tersebut meliputi perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, hingga pemberdayaan sosial ekonomi. Hingga akhir Desember 2025, Kemensos telah mendistribusikan 223.146 paket logistik, 118.100 kilogram beras, dan 20.990 paket sembako. Sebanyak 42 dapur umum juga dioperasikan di wilayah terdampak.

Dukungan logistik diperkuat dengan pengerahan 648 personel Tagana yang melayani lebih dari 110 ribu jiwa. Selain itu, Kemensos menyalurkan santunan kepada 111 korban meninggal dunia dengan total nilai mencapai Rp 1,665 miliar.

Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI)

Pada aspek rehabilitasi sosial, Kemensos menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai lebih dari Rp 1,54 miliar. Bantuan ini diberikan berdasarkan asesmen kebutuhan, mencakup nutrisi, obat-obatan, perlengkapan belajar, layanan dukungan sosial, layanan kesehatan, kebutuhan pribadi, hingga alat bantu disabilitas.

Untuk fase pemberdayaan sosial, Kemensos tengah menyiapkan penguatan ekonomi masyarakat terdampak melalui program pemberdayaan sosial ekonomi. Pelaksanaannya menunggu usulan pemerintah daerah dan penetapan dari Kementerian Dalam Negeri selaku Ketua Satgas, dengan tetap mengacu pada data BNPB dan mekanisme BNBA.

Dampak Sosial Ekonomi dan Penguatan Ekonomi Lokal

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyoroti potensi peningkatan kemiskinan akibat bencana di Sumatera. “Jumlah angka kemiskinan akan semakin meningkat. Kontribusi bencana Sumatra kepada kemiskinan di tingkat nasional diperkirakan 0,49 persen, dan kemiskinan ekstrem meningkat 0,20 persen,” katanya.

Advertisement

Ia menegaskan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat harus didorong melalui intervensi langsung yang mengaktifkan ekonomi lokal. “Cash for work atau program padat karya tunai harus menjadi inti dari seluruh bantuan pemerintah pusat,” tuturnya.

Koordinasi Pusat dan Daerah

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya kesepakatan mekanisme kolaborasi lintas pemerintahan. “Ini penting terkait dengan mekanisme kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, terkait dengan pendanaan dan pembangunan infrastruktur yang ada di bawah pemerintah daerah,” ungkap AHY.

Ia menambahkan, “Ini harus disepakati sehingga tidak ada overlapping dan semuanya mendapat sentuhan yang proporsional.”

Komitmen Berkelanjutan Kemensos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa seluruh upaya pemulihan sosial dilaksanakan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan, sesuai mandat Keppres dan koordinasi Satgas. “Sebagai koordinator bidang sosial, Kementerian Sosial memastikan pemulihan sosial pascabencana berjalan menyeluruh, mulai dari perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, hingga pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat terdampak,” jelas Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan bahwa seluruh bantuan sosial Kemensos disalurkan melalui mekanisme yang akuntabel dan berbasis data. “Kami memastikan bantuan sosial disalurkan berdasarkan data yang tervalidasi, melalui usulan pemerintah daerah, validasi Kemendagri, dan data BNPB, sehingga tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

Menurut Gus Ipul, pemulihan sosial pascabencana tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam jangka panjang. “Pemulihan sosial ini kami arahkan untuk membangun kohesi sosial, menjaga keberfungsian masyarakat, dan mendorong kebangkitan sosial ekonomi secara berkelanjutan,” tutupnya.

Advertisement