Berita

Kondisi WNI di Iran Aman, Kemlu Belum Perlu Lakukan Evakuasi

Advertisement

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak terdampak oleh aksi demonstrasi yang sedang berlangsung. Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, menyampaikan bahwa mayoritas WNI di Iran adalah pelajar.

Komunikasi Terus Terjalin Meski Ada Kendala

KBRI Tehran terus menjalin komunikasi intensif dengan para WNI di Iran. Meskipun sempat terjadi kendala komunikasi akibat pembatasan internet oleh Pemerintah Iran, komunikasi reguler telah kembali normal sejak 12 Januari setelah telepon lokal diaktifkan kembali.

“Dapat kami sampaikan bahwa sejauh ini dilaporkan KBRI Tehran mereka (WNI) dalam kondisi aman, tidak terdampak oleh demonstrasi yang berlangsung. Mayoritas merupakan pelajar,” kata Vahd Nabyl kepada wartawan pada Jumat (16/1/2026).

Nabyl menambahkan, “KBRI terus berkomunikasi dengan para WNI tersebut. Meskipun sempat ada kendala komunikasi reguler akibat pembatasan internet, namun sejak 12 Januari telepon lokal telah diaktifkan kembali oleh Pemerintah Iran.”

Belum Ada Kebutuhan Evakuasi

Menanggapi kemungkinan pemulangan WNI ke Tanah Air, Kemlu menilai saat ini belum diperlukan langkah evakuasi. Keputusan ini didasarkan pada pemantauan situasi keamanan di Iran yang dinilai masih terkendali.

“Mengenai pemulangan ke Tanah Air, sejauh ini berdasarkan pengamatan atas kondisi di sana, belum diperlukan evakuasi. Meski demikian, KBRI menghimbau WNI agar waspada dan menghubungi hotline apabila ada urgensi,” tutur Nabyl.

Advertisement

Negara Lain Serukan Warganya Tinggalkan Iran

Situasi di Iran menjadi perhatian internasional. Beberapa negara telah menyerukan warganya untuk segera meninggalkan negara tersebut. Pemerintah India, misalnya, telah mengeluarkan imbauan serupa bagi warganya di Iran, yang diperkirakan berjumlah sekitar 10.000 orang.

“Warga negara India yang saat ini berada di Iran (mahasiswa, peziarah, pebisnis, dan turis) disarankan untuk meninggalkan Iran dengan alat transportasi yang tersedia,” demikian pernyataan Kedutaan Besar India di Teheran yang diunggah di media sosial pada Rabu (14/1) malam waktu setempat.

Pemerintah Polandia melalui Kementerian Luar Negerinya juga telah mengeluarkan imbauan serupa kepada warganya.

Ketegangan Regional Meningkat

Di tengah situasi tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan militer terhadap Iran. Desakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS.

Seorang pejabat senior AS yang berbicara kepada New York Times mengungkapkan bahwa Netanyahu meminta penundaan rencana serangan tersebut. Selain Israel, negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Oman juga dilaporkan telah memimpin upaya untuk membujuk Trump agar tidak menyerang Iran, karena kekhawatiran akan dampak buruk di kawasan.

Advertisement