Anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melakukan kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Selasa (10/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek langsung layanan pembinaan narapidana yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjenpas Kemenimipas).
Rombongan Legislator Tiba di Nusakambangan
Pantauan di Dermaga Sodong pada Selasa pagi, sekitar pukul 08.38 WIB, menunjukkan rombongan 10 anggota dewan tiba di pulau tersebut. Mereka dipimpin oleh Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya dan Wakil Ketua Komisi XIII Dewi Asmara. Turut mendampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Tengah Mardi Santoso, serta jajaran lainnya yang telah menyeberang dari Dermaga Wijayapura.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari rapat kerja Komisi XIII DPR RI dengan Menteri Agus dan jajarannya yang telah digelar sepekan sebelumnya.
Fokus pada Program Kemandirian dan Ketahanan Pangan
Agenda utama kunjungan kerja Komisi XIII DPR RI adalah mengevaluasi program pembinaan warga binaan pemasyarakatan (narapidana) yang berfokus pada kemandirian, ketahanan pangan, dan daur ulang limbah. Hal ini sejalan dengan visi Menteri Agus yang sejak awal menjabat mencanangkan transformasi Pulau Nusakambangan menjadi pilot project pulau kemandirian, ketahanan pangan, dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selama satu tahun empat bulan terakhir, telah berdiri berbagai unit produksi di Nusakambangan. Fasilitas tersebut meliputi lokasi pembuatan batako, paving block, dan material bangunan lainnya yang memanfaatkan residu pembakaran batu bara (fly ash and bottom ash/FABA) dari PLTU Adipala. Menteri Agus juga mendorong pengolahan lahan tidur menjadi sarana pembinaan yang beragam.
Beragam Bidang Pelatihan untuk Narapidana
Ditjenpas dan jajarannya diperintahkan untuk mengoptimalkan lahan idle menjadi pusat pelatihan kerja (BLK) yang mencakup berbagai bidang. Di antaranya adalah BLK Pengolahan Sampah, BLK Pupuk Kandang, BLK Pelintingan Rokok, BLK Konveksi, BLK Budidaya Anggrek, serta lahan budidaya anggur dan melon. Selain itu, terdapat bengkel pengolahan tepung dan beras Mocaf, yang semuanya terintegrasi dalam program ketahanan pangan.
Program ketahanan pangan yang dikembangkan di Pulau Nusakambangan juga sangat beragam, meliputi peternakan ayam petelur, bebek, domba, budidaya ikan Nila, udang Vaname, dan belut atau sidat. Sektor pertanian juga dikembangkan melalui sawah padi dan ladang jagung.
Menjadikan Nusakambangan sebagai Percontohan Nasional
Menteri Agus Andrianto menekankan bahwa pembinaan narapidana di Pulau Nusakambangan dirancang sebagai percontohan bagi lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran narapidana agar menjadi produktif melalui kegiatan positif, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan dan pengetahuan yang memadai saat kembali ke masyarakat.
Rencana Kunjungan Sebelumnya Telah Disampaikan
Agenda kunjungan kerja Komisi XIII DPR RI ke Nusakambangan ini sebelumnya telah disinggung dalam Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI dengan Menteri Agus pada 3 Februari 2026. Saat itu, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyampaikan rencana kunjungan tersebut.
“Saya melihat langsung dan mendengar langsung dari apa yang sering disampaikan oleh Pak Agus ketika ketemu misalnya beliau sekarang menggagas ketahanan pangan di Nusakambangan, nanti kami akan berkunjung juga, Pak, karena kita sudah membentuk panja,” ujar Sugiat dalam rapat tersebut.
Ia menambahkan, “Ada banyak unit-unit ketahanan pangan yang sedang dibangun oleh Pak Agus, dan ini perlu dipublikasi, Pak. Bisa menjadi contoh dan inspirasi di luar sana.”






