Sepakbola

Kritik Personal Legenda MU untuk Lisandro Martinez Dinilai Berlebihan Pasca Derby Manchester

Advertisement

JAKARTA, 23 Januari 2026 – Lisandro Martinez, bek tangguh Manchester United, menjadi sorotan dua legenda klub, Paul Scholes dan Nicky Butt. Namun, komentar yang dilontarkan keduanya mengenai postur tubuh pemain asal Argentina itu dinilai telah melampaui batas kewajaran dan bersifat terlalu personal.

Sorotan Tubuh Mungil Martinez Menjelang Derby

Sebelum laga derby melawan Manchester City, postur tubuh Lisandro Martinez menjadi perbincangan. Scholes dan Butt secara khusus menyoroti ukuran tubuh Martinez yang dianggap tidak ideal untuk menghadapi striker berbahaya City, Erling Haaland. Analisis ini mengindikasikan keraguan terhadap kemampuan Martinez dalam mengawal penyerang asal Norwegia tersebut.

Performa Martinez Buktikan Keraguan Salah

Namun, jalannya pertandingan derby membuktikan keraguan tersebut tidak berdasar. Manchester United berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Manchester City, dengan Lisandro Martinez tampil gemilang dan berhasil meredam pergerakan Erling Haaland sepanjang laga. Performa ini secara efektif menepis kritik yang dilayangkan oleh kedua legenda tersebut.

Kritik yang Terlalu Personal

Menanggapi hal ini, Lisandro Martinez secara tidak langsung menegaskan bahwa kritik tersebut tidak berdasar, bahkan menyindir bahwa Scholes dan Butt bisa datang langsung ke rumahnya jika ingin memberikan kritik lebih lanjut. Jurnalis Inggris, Alex Crook, turut angkat bicara mengenai isu ini. Ia menilai bahwa hubungan antara legenda Manchester United dengan tim saat ini memang cenderung lebih tajam dibandingkan dengan legenda klub lain.

Advertisement

“Saya memperhatikan hubungan antara para legenda Manchester United dengan tim saat ini dibandingkan dengan legenda klub lain, dan mereka memang punya kecenderungan untuk melontarkan kritik yang jauh lebih tajam,” ujar Crook di TalkSport.

Crook menambahkan, meskipun tugas legenda bukan sekadar menjadi pemandu sorak dan kritik adalah hal yang wajar, namun penyampaiannya terkadang menjadi terlalu personal. “Ketika Anda mulai membicarakan tinggi badan seseorang-padahal risetnya belum mendalam karena Martinez terbukti mampu meredam Haaland di pertandingan-pertandingan sebelumnya-hal itu sudah tidak tepat,” tegasnya.

Performa solid Martinez dalam mengawal Haaland menjadi bukti bahwa postur tubuh bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan seorang pemain bertahan, melainkan juga kemampuan taktik, positioning, dan determinasi.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement