Aceh Tengah – Fenomena lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, dilaporkan terus membesar. Longsoran di lokasi tersebut kini mengarah ke sungai, menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang lebih luas. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana melakukan sejumlah intervensi untuk mencegah perluasan longsoran.
Penanganan Sungai dan Gua
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa penanganan tidak hanya fokus pada lubang raksasa, tetapi juga pada aliran Sungai Peusangan. Tujuannya adalah mengalihkan aliran air agar tidak lagi mengarah ke lubang tersebut. Identifikasi awal dari tim studi bersama Kementerian PU dan Universitas Syiah Kuala menunjukkan adanya indikasi air sungai yang menyusup ke area lubang.
“Sungai Peusangan kita tangani supaya dia nggak datang ke sini karena terindikasi dari tim studi bersama antara Kementerian PU dan Universitas Syiah Kuala teridentifikasi kalau ada sisipan air sungai itu lari ke sini,” kata Dody Hanggodo dilansir detikSumut, Jumat (6/2/2026).
Selain itu, gua yang berlokasi di dekat jalan alternatif juga menjadi perhatian karena kondisinya yang basah. Kelembaban ini mengindikasikan adanya aliran air yang berpotensi memperparah kondisi longsoran.
“Itu kita akan tutup. Di dekat sungai kita akan bikin tutupan. Di antara gua dan kemudian jalan alternatif kita akan bikin grouting supaya air tidak masuk ke situ dan tidak lari ke sini,” jelasnya.
Cegah Longsor Meluas ke Perkebunan Warga
Pekerjaan perbaikan ini ditargetkan segera dilaksanakan untuk mencegah longsoran meluas hingga ke area perkebunan milik warga. Saat ini, dampak longsor telah menyebabkan terputusnya jalan antarkabupaten yang menghubungkan Blang Mancung, Aceh Tengah, dengan Simpang Balik, Bener Meriah.
“Dengan ada beberapa hal yang kita kerjakan harapannya memang ini tidak akan melebar lagi. Makanya saya suruh kerja cepat supaya ini tidak lebih melebar lagi,” tegas Dody.






