WONOSARI, GUNUNGKIDUL – Masjid Al Huda di Wonosari, Gunungkidul, terpaksa dibongkar setelah pengurusnya terbuai janji pembangunan dari seorang donatur yang kini menghilang. Peristiwa ini membuat ratusan warga terpaksa beribadah di musala-musala kecil.
Kronologi Janji Donatur
Ketua II Takmir Masjid Al-Huda, Gari, Budi Antoro, menceritakan kronologi kejadian yang bermula pada bulan November. Saat itu, dua orang pria yang mengaku berasal dari Gari dan Ngawen mendatangi pengurus masjid. Mereka mengkonfirmasi niat untuk membantu pembangunan masjid hingga 99%.
“Syaratnya masjid kami harus dibongkar, dan akhirnya dalam waktu dua hari masjid kami bongkar pada bulan November,” kata Budi Antoro, dilansir detikJogja, Senin (06/01/2026).
Tidak Ada Dana Masuk
Namun, setelah pembongkaran dilakukan, tidak ada tindak lanjut dari kedua pria tersebut. Tidak ada pula dana yang masuk untuk keperluan pembangunan Masjid Al Huda.
“Tapi tidak ada sama sekali, tidak ada dana masuk sama sekali setelah pembongkaran itu,” ujarnya.
Komunikasi dengan Yayasan
Seiring berjalannya waktu, pengurus Masjid Al Huda mencoba berkomunikasi dengan sebuah yayasan. Pihak yayasan menyatakan belum bisa menjadi donatur karena keputusan tersebut memerlukan persetujuan dari pimpinan yayasan.
Dampak bagi Warga
Akibatnya, 320 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 850 jiwa yang seharusnya beribadah di Masjid Al Huda kini terpaksa menggunakan musala-musala kecil. Hal ini mengingat di Pedukuhan Gari hanya memiliki satu masjid.
“Karena posisi masjid sekarang rata dengan tanah,” keluh Budi.






