CIREBON, KOMPAS.com – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto meninjau langsung kegiatan di balai latihan kerja (BLK) konveksi yang berada di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis (15/1/2026). Dalam kunjungannya, Menteri Agus menyatakan pesanannya untuk 5.000 potong pakaian dewasa dan 5.000 hijab yang ditujukan bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Menteri Agus menyampaikan keinginannya untuk memberikan bantuan lebih lanjut kepada anak-anak yang membutuhkan. “Ada yang mau nyumbang kaos atau apa yang lagi dicetak di sini (Balai Latihan Kerja Konveksi Lapas Cirebon)? Berapa banyak, 5.000 (potong)? Boleh nggak tambah, tapi tagihannya ke saya. Untuk anak-anak,” ujar Menteri Agus kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi dan jajaran Lapas Kelas I Cirebon.
Pesan ini muncul setelah Menteri Agus menerima informasi mengenai kebutuhan baju muslimah, termasuk hijab, bagi anak-anak perempuan di Aceh. Relawan yang berkunjung ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, seperti Aceh Tengah, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang, mendapati bahwa bantuan hijab untuk anak-anak masih sangat kurang.
“Karena kayanya kalau yang nyumbang baju Muslimah untuk dewasa cukup banyak. Kalau baju muslimah, hijab untuk yang anak-anak seperti masih belum ada, masih kurang. Saya pesan 5.000 potong ya,” jelas Menteri Agus.
Saat pantauan dilakukan di BLK Konveksi Lapas Kelas I Cirebon, terlihat sebanyak 22 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana tengah aktif mengerjakan berbagai tahapan produksi konveksi. Kegiatan mereka meliputi pembuatan pola pakaian, menyeterika kain, membordir emblem, menjahit, hingga menyablon.
Sebelumnya, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), telah mendonasikan seluruh hasil penjualan dari panen komoditas pangan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera. Total hasil Panen Raya Serentak se-Indonesia yang dikerjakan oleh seluruh lapas pada periode Januari mencapai 123.557 kg, mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
“Hasil panen didonasikan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumut, Sumbar. (Bantuan) antara lain pembangunan sumur bor dan kebutuhan dasar lainnya sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial Pemasyarakatan,” ungkap Dirjenpas Kemenimipas Mashudi di Lapas Kelas I Cirebon.
Menteri Agus Andrianto sendiri pada pagi hari memimpin langsung acara Panen Raya Serentak yang dilaksanakan di seluruh Indonesia, dengan titik pusat kegiatan di Lapas Kelas I Cirebon.






