Manchester United secara resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala interim hingga akhir musim 2025/2026. Keputusan ini diambil setelah era Ruben Amorim di Old Trafford dinyatakan berakhir. Carrick, mantan gelandang legendaris klub, akan memimpin Bruno Fernandes dan rekan-rekannya hingga kompetisi musim ini selesai.
Kembali Menahkodai Tim
Ini merupakan kali kedua Carrick menjabat sebagai pelatih interim. Sebelumnya, pada tahun 2021, ia sempat memimpin tim pasca pemecatan Ole Gunnar Solskjaer dengan catatan dua kemenangan dan sekali imbang sebelum kedatangan Ralf Rangnick. Pengalaman ini diharapkan dapat membantunya dalam memimpin skuad Setan Merah kali ini.
Janji Sepak Bola Menghibur
Penunjukan Carrick disambut dengan harapan baru oleh para penggemar Manchester United yang mulai merasa jenuh dengan performa tim. Di bawah kepelatihan Amorim, klub mengalami penurunan performa yang signifikan, terpuruk di peringkat ketujuh klasemen Premier League dan tersingkir dari dua kompetisi piala domestik.
Dalam sebuah wawancara di podcast Inside Carrington, Carrick mengungkapkan ambisinya untuk mengembalikan identitas menyerang Manchester United. “Kami ingin memenangkan pertandingan. Itu sudah pasti. Ada banyak cara untuk menang, tapi bagi saya, fokus utamanya adalah bekerja sama dengan pemain dan membantu mereka berkembang,” ujar Carrick.
Ia juga menekankan pentingnya permainan yang penuh energi dan keberanian di lapangan. “Saya harap kami bisa memainkan tipe sepakbola yang sangat menarik dan positif. Saya ingin dibuat loncat dari kursi (karena antusias)! Saya ingin menikmati melihat anak-anak bermain, dan tentu saja hasil positif harus mengikuti itu,” tegasnya.
Tantangan Berat Menanti
Tugas yang diemban Carrick tidaklah ringan. Ia harus membangkitkan kepercayaan diri skuad yang sedang rapuh. Meskipun demikian, pria berusia 44 tahun itu menyatakan antusiasmenya untuk segera memulai pekerjaan barunya. “Anda bisa merasakan antusiasme saya karena saya sangat bersemangat untuk memulai dan melihat apa yang bisa kami capai bersama,” tutup Carrick.
Kini, publik Old Trafford menantikan apakah “Carrick Ball” mampu menyelamatkan musim Manchester United.






