Berita

Napi Lapas Tangerang Ciptakan Paving Block dari Limbah FABA, Raih Premi Ratusan Ribu

Advertisement

TANGERANG – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten, menemukan kegiatan produktif melalui pengolahan limbah fly ash and bottom ash (FABA). Salah satu narapidana berinisial FF menceritakan pengalamannya terlibat dalam pencetakan FABA menjadi paving block.

Produksi Paving Block ‘Jawara Beton’

“Saya di sini sudah dari kira-kira 6–7 bulanan,” ujar FF dalam sebuah video yang diunggah oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto di akun Instagramnya pada Selasa (13/1/2026). Limbah FABA, yang merupakan hasil pembakaran batu bara, terbukti mampu menghasilkan material bangunan berkualitas tinggi.

Produk paving block berbahan dasar FABA ini diberi nama ‘Jawara Beton’. Lapas Tangerang telah mematenkan produk inovatif ini melalui kerja sama dengan PT PLN Indonesia dan PT Semen Merah Putih.

Semangat Baru di Balik Jeruji Besi

Sebelum terlibat dalam produksi paving block, FF mengaku merasakan kejenuhan karena minimnya kegiatan di dalam kamar tahanan. “Sebelum produksi paving block ini ngerasa jenuh juga di kamar, nggak ada kegiatan. Tiap hari nggak ngapa-ngapain di kamar,” ungkapnya.

Keikutsertaan dalam pabrik ‘Jawara Beton’ di Lapas Kelas I Tangerang memberikan semangat baru bagi FF. Selain menambah keterampilan, ia juga mendapatkan premi tambahan. “Setelah adanya produksi pabrik paving block ini, lebih semangat lagi, ada kegiatan. Bisa cerita juga sama WBP yang lain,” ucap FF.

Advertisement

FF menjelaskan sistem premi yang diterimanya. “Premi kita hitungan 1.000 per tray, produksi 1 mesin bisa sampai 300 tray, paling banyak 350 tray. Bisa buat keluarga juga, bisa buat jajan di sini,” imbuhnya.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pemanfaatan Limbah

Hingga saat ini, tercatat sekitar 12 Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di seluruh Indonesia telah menjalin kerja sama dengan PT PLN Indonesia untuk memanfaatkan limbah FABA sebagai bahan baku produksi. Menteri Agus Andrianto berharap kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional sebagai produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomi tinggi.

Kegiatan narapidana di bengkel paving block FABA, Lapas Tangerang, Banten, menjadi bukti nyata potensi pemanfaatan limbah industri menjadi produk bernilai tambah.

Advertisement