Praktisi hukum sekaligus Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI), Sedek Rahman Bahta, menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berada langsung di bawah Presiden RI. Menurut Bahta, penegasan tersebut sejalan dengan amanat reformasi 1998 dan merupakan bentuk struktur kelembagaan yang ideal bagi Indonesia saat ini.
Ia menilai, posisi Polri di bawah Presiden bukan hanya konsisten dengan semangat reformasi, tetapi juga sesuai dengan ketentuan konstitusional serta kebutuhan bangsa dalam menghadapi tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang semakin kompleks. Dalam keterangannya, Bahta menilai struktur tersebut dapat memperkuat akuntabilitas, profesionalisme, serta koordinasi strategis antara Polri dan kekuasaan eksekutif tertinggi negara.
“Sebagai praktisi hukum, saya menilai bahwa penempatan Polri langsung di bawah Presiden adalah bentuk penghormatan terhadap amanat reformasi 1998 dan konstitusi kita. Ini bukan sekadar soal struktur kelembagaan, tetapi tentang memastikan bahwa Polri memiliki kemandirian operasional dan kemudahan arahan strategis, sehingga dapat mengayomi seluruh rakyat Indonesia secara efektif,” ujar Bahta, dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).
Bahta menambahkan, sikap tersebut juga sejalan dengan hasil pembahasan berbagai pihak di parlemen. Ia menyebut, dukungan Komisi III DPR RI yang menegaskan posisi Polri di bawah Presiden menunjukkan adanya amanat reformasi sekaligus konsensus politik yang kuat.
Lebih lanjut, Bahta menyinggung penggunaan istilah ‘civilian police’ dalam konteks reformasi Polri. Menurutnya, istilah tersebut menegaskan bahwa Polri memiliki tugas utama untuk melindungi dan melayani masyarakat (to serve and protect), yang berbeda dengan tugas militeristik Tentara Nasional Indonesia (TNI). Oleh karena itu, penempatan kelembagaan Polri dinilai menjadi sangat penting.
“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan terus mendukung konsolidasi reformasi Polri yang tidak hanya struktural, tetapi juga kultural dan profesional, agar institusi ini semakin kuat, akuntabel, dan mampu menjamin rasa aman seluruh lapisan masyarakat,” tutup Bahta.






