JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp 132 miliar untuk normalisasi Kali Cakung Lama yang dijadwalkan pada Februari 2026. Dana ini disiapkan sebagai langkah penanganan banjir jangka menengah di ibu kota.
Prioritas Penanganan Banjir
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kebutuhan anggaran untuk proyek normalisasi ini bersifat dinamis mengingat sifatnya yang merupakan proyek jangka menengah. “Karena ini proyeknya tidak bersifat jangka pendek, tetapi jangka menengah, sehingga kebutuhannya pasti dinamis. Tapi untuk Februari saja kita butuh Rp 132 miliar dan itu sudah disetujui,” ujar Pramono seusai rapat terbatas penanganan banjir di Balai Kota Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Normalisasi Kali Cakung Lama menjadi salah satu prioritas utama Pemprov DKI Jakarta dalam upaya mengurangi genangan dan banjir, khususnya di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Pekerjaan normalisasi saat ini telah berjalan di beberapa segmen.
Kendala dan Solusi Anggaran
Pramono mengakui masih ada kendala utama pada salah satu segmen normalisasi, terutama di wilayah Cilincing. Untuk mengatasi hambatan tersebut, anggaran spesifik akan segera disusun dan diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. “Yang bottleneck utama memang di Cilincing. Anggarannya akan segera disusun dan menjadi prioritas di APBD Perubahan,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Kali Cakung Lama memiliki panjang sekitar 8,5 kilometer. Pramono menambahkan bahwa sebagian besar anggaran untuk normalisasi sudah tersedia, meskipun masih ada beberapa titik yang belum teralokasi anggarannya. “Secara prinsip dari sekitar 8,5 kilometer itu anggarannya sudah ada, hanya memang yang di ujung belum ada. Tapi itu sudah saya setujui,” imbuhnya.






