Berita

Polisi Buru Pengendali Narkoba Internasional di Balik Lab Apartemen Pluit

Advertisement

Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sebuah laboratorium narkoba tersembunyi atau clandestine laboratory di sebuah apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Saat ini, pihak kepolisian tengah memburu sosok pengendali laboratorium tersebut yang diduga kuat berada di luar negeri.

Pengendali Berinisial C Diburu

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal mengindikasikan adanya seorang pengendali berinisial C yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan berada di luar negeri. “Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa kedua pelaku ini dikendalikan oleh seorang pengendali berinisial C yang saat ini berstatus DPO dan berada di luar negeri,” ujar Budi kepada wartawan pada Kamis (15/1/2026).

Penyidik Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menyita sejumlah barang bukti dari lokasi penggerebekan. Salah satu temuan signifikan adalah 30 liter etomidate, yang merupakan bahan baku utama untuk pembuatan cartridge vape narkoba. Pengungkapan laboratorium ini diperkirakan berpotensi menyelamatkan nyawa sekitar 15.000 orang dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing guna membantu memutus mata rantai peredaran narkoba. “Barang bukti yang diamankan antara lain tabung laboratorium, alat suntik, timbangan digital, alat aduk kaca, bahan kimia, dan perlengkapan pendukung lainnya,” tambah Budi.

Advertisement

Bahan Baku Dikirim dari India

Kasus ini terungkap berkat informasi yang diberikan oleh Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Pihak Bea Cukai mendeteksi adanya paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional. Paket tersebut diketahui berisi bahan narkotika beserta peralatan laboratorium, dengan tujuan pengiriman ke lobi sebuah apartemen di Pluit.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Ahmad David, mengonfirmasi bahwa bahan baku vape narkoba berisi etomidate yang diproduksi di laboratorium tersembunyi di apartemen Pluit tersebut dikirim dari India. Pengiriman bahan tersebut dilakukan dengan cara dikamuflase dalam sebuah paket melalui jalur udara. “Dikirim dari India. Dikamuflase pengiriman paket lewat udara,” ungkap Ahmad David saat dihubungi pada Selasa (13/1).

Cairan etomidate yang dihasilkan rencananya akan digunakan untuk vape atau rokok elektrik. Dalam jaringan ini, tersangka berinisial HW, yang merupakan warga negara China, berperan sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate tersebut.

Advertisement