JAKARTA – Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Polri, Irjen Anwar, melaporkan bahwa Gugus Tugas Ketahanan Polri berhasil melaksanakan penanaman jagung di lahan seluas 661.717 hektare sepanjang tahun 2025. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kontribusi Nyata untuk Ketahanan Pangan
“Pada tahun 2025, telah berhasil melaksanakan penanaman jagung pada lahan seluas 661.717 hektar dari total potensi lahan seluas 1.378.000 hektar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Irjen Anwar dalam sambutannya saat acara panen raya di Desa Sukamahi, Kampung Tempong Gunung, Cikarang Pusat, Bekasi, pada Kamis (8/1/2026).
Anwar menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi jagung nasional, tetapi juga untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia.
Peningkatan Produksi Jagung Nasional
Hasil penanaman jagung oleh Polri memberikan kontribusi signifikan terhadap kebutuhan jagung nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Desember 2025, tercatat tambahan produksi jagung nasional dengan kadar air 14% sebesar 1.362.643 ton. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 9% dibandingkan produksi jagung pada tahun 2024.
“Dan capaian tersebut, Polri memberikan kontribusi melalui produksi jagung dengan total produksi mencapai 3.578.695 ton,” ungkapnya.
Swasembada Jagung Tercapai
Irjen Anwar memastikan bahwa produksi jagung dalam negeri pada tahun 2025 telah mampu memenuhi kebutuhan domestik, sesuai dengan proyeksi neraca pangan nasional dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ia memproyeksikan stok jagung pada tahun 2026 akan mencapai sekitar 4,5 juta ton.
“Stock carryover jagung atau sisa persediaan komoditas jagung tahun 2025 yang dibawa ke tahun 2026 diperkirakan mencapai 4,5 juta ton. Stock carryover tersebut menjadi indikator bahwa Indonesia pada tahun 2025 telah berada dalam kondisi swasembada jagung,” tegasnya.






