Berita

Prabowo Targetkan 34 Proyek “Sampah Jadi Listrik” Dimulai Tahun Ini

Advertisement

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana ambisius pemerintah untuk segera memulai 34 proyek Waste to Energy (WtE) atau mengubah sampah menjadi listrik. Proyek-proyek ini diharapkan dapat mengatasi masalah penumpukan sampah yang kian mendesak di perkotaan Indonesia.

Sampah Jadi Bencana Lingkungan

“Tahun ini dalam waktu dekat, saya diberi laporan kita akan mulai 34 proyek Waste to Energy, yaitu sampah kita ubah, kita bersihkan menjadi listrik. Ini sangat penting karena kita butuh sekarang membersihkan sampah kita dari kota-kota kita,” ujar Prabowo saat meresmikan megaproyek kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026).

Menurut Prabowo, penanganan sampah telah menjadi isu krusial yang tidak bisa ditunda lagi. Volume sampah yang terus menumpuk berpotensi besar menimbulkan bencana lingkungan jika tidak segera ditangani secara efektif. Ia menyayangkan lambannya realisasi pengelolaan sampah yang baik selama bertahun-tahun.

“Sampah itu sudah menumpuk luar biasa. Ini sudah akan menjadi bencana. Belasan tahun tidak bisa kita wujudkan proyek sampah yang baik,” keluhnya. Ia menambahkan, “Kita sekarang akan mulai 34 proyek, tendernya dibuka mungkin hari-hari ini. Tapi ini butuh waktu 2 tahun sampai berfungsi.”

Percepatan Hilirisasi Industri dan Investasi

Selain fokus pada pengelolaan sampah, Prabowo juga memaparkan rencana percepatan hilirisasi industri. Pemerintah menargetkan minimal enam hingga 11 proyek hilirisasi dapat dimulai dalam beberapa minggu ke depan, dengan nilai investasi sekitar 6 miliar dolar AS.

Advertisement

“Nilainya adalah kurang lebih 6 miliar dolar. Dan kita juga akan menerima investasi besar-besaran dari luar,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa Indonesia diproyeksikan akan kebanjiran investasi dari luar negeri.

Untuk memastikan keberhasilan proyek-proyek strategis ini, Prabowo menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia, khususnya para manajer muda. Mereka diharapkan mampu mengelola dan menjaga proyek-proyek tersebut agar berjalan optimal.

“Kita untuk itu harus bener-bener siapkan awak, siapkan management, siapkan manager-manager muda yang bisa menjaga, mengelola proyek-proyek ini,” tegasnya.

Prabowo optimis bahwa target industrialisasi yang mungkin membutuhkan waktu 10 hingga 20 tahun dapat dipercepat. “Total kita butuh sampai industrialisasi yang bener mungkin rencananya mungkin 10 tahun sampai 15-20 tahun. Tapi kita ingin mempercepat. Saya sangat optimis ini bisa berjalan,” tutupnya.

Advertisement