Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa rencana pembukaan rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta tidak akan berdampak pada trayek angkutan yang sudah beroperasi saat ini. Rute baru ini disiapkan sebagai opsi tambahan untuk masyarakat.
“Ini pilihan. Kami tidak akan mengurangi atau menutup trayek-trayek yang sekarang sudah berjalan,” ujar Pramono di kawasan S Parman, Jakarta Barat, pada Kamis (22/1/2026).
Menurut Pramono, penambahan rute Blok M-Soetta ini justru diharapkan dapat memberikan lebih banyak alternatif transportasi publik bagi warga. Dengan semakin beragamnya pilihan, masyarakat diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada kendaraan pribadi.
“Tujuannya supaya transportasinya lebih banyak pilihan. Kalau pilihannya banyak, orang tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi,” jelasnya.
Pramono menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan operator angkutan khusus, seperti Damri. Namun, ia kembali menekankan bahwa rute baru ini bersifat melengkapi, bukan menggantikan layanan yang sudah ada.
“Tentunya pasti akan ada koordinasi. Tapi ini tidak menutup trayek yang sudah berjalan,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memang berencana untuk menambah rute baru Transjabodetabek. Selain rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), rute Cawang-Jababeka juga masuk dalam rencana penambahan ini. Langkah ini diambil untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik antar wilayah penyangga Jakarta.
“Memang kami akan membuka rute-rute baru. Yang pertama dari laporan Kepala Dinas Perhubungan adalah rute Blok M ke Bandara, karena kebutuhannya sekarang ini tinggi sekali,” kata Pramono di kawasan Petojo Utara, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/1).






