Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menanggapi wacana yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) terkait kemungkinan menduetkan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), dengan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Raja Juli menilai hal tersebut sebagai dinamika politik yang wajar dalam sebuah koalisi.
Dukungan untuk Zulhas
Raja Juli memberikan respons positif terhadap wacana tersebut. “Bagus saja kalau PAN mencalonkan Pak Zul sebagai Cawapres. Saya doakan Pak Zul sehat walafiat menuju 2029,” ujar Raja Juli kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Namun, ia mengingatkan bahwa fokus utama partai-partai yang tergabung dalam koalisi pemerintahan saat ini seharusnya tidak terpecah belah oleh wacana kontestasi lima tahun mendatang. Menurutnya, konsolidasi internal sangat penting untuk memastikan agenda pemerintahan berjalan secara optimal.
Fokus Sukseskan Program Prabowo
“Bagi PSI hari-hari ini anggota koalisi hendaknya menyibukkan diri menyukseskan program-program Pak Prabowo Subianto. Yang paling penting semua kompak dulu sukseskan program Pak Prabowo,” tegas Raja Juli.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program pemerintahan Prabowo menjadi prioritas utama yang harus dijaga oleh seluruh partai pendukung. Soliditas koalisi, menurutnya, adalah kunci agar agenda strategis pemerintahan dapat terealisasi.
Keputusan Cawapres di Tangan Prabowo
Raja Juli menilai pembahasan mengenai kursi calon wakil presiden (cawapres) masih terlalu dini. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan politik tersebut kepada Prabowo Subianto selaku pemimpin tertinggi koalisi.
“Kalau sudah sukses, soal Cawapres 2029 kita serahkan kepada Pak Prabowo, sebagai pimpinan tertinggi kita,” ucapnya.
Lebih lanjut, Raja Juli menegaskan posisi Prabowo sebagai figur sentral yang memiliki otoritas penuh dalam menentukan pasangan yang akan mendampinginya kelak. Keputusan tersebut, menurutnya, sebaiknya mempertimbangkan kenyamanan kerja serta penerimaan publik.
“Biar pemimpin tertinggi, bos kita yang menentukan siapa pendamping yang membuat beliau nyaman dan diterima juga oleh masyarakat,” ungkapnya.
Wacana Duet Prabowo-Gibran dan Konsistensi PAN
Di sisi lain, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah menyatakan dukungan terhadap putranya, Gibran Rakabuming Raka, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden, untuk kembali mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2029.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, mendorong Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menjadi cawapres dari Prabowo. Eddy menyatakan bahwa PAN telah lebih dulu memberikan dukungan dua periode untuk Prabowo Subianto, terhitung sejak Pilpres 2014, 2019, dan 2024.
“Saya kira Pak Zulkifli Hasan, Ketua Umum saya pun dari awal sudah mengatakan bahwa PAN itu tidak ada urusan untuk permasalahan siapa yang akan kita dukung nanti di pilpres yang akan datang, kita sudah 3 kali mendukung Bapak Presiden Prabowo, satu-satunya partai loh di luar Gerindra, yang konsisten mendukung Bapak Prabowo 3 kali dalam 3 Pilpres,” kata Eddy kepada wartawan di Gedung Nusantara III, DPR RI, Jakarta, Kamis (5/2).
Eddy menegaskan bahwa dukungan PAN terhadap Prabowo merupakan pilihan natural. Ia menyebut PAN berada di jalur yang sama dengan Presiden Prabowo, baik untuk saat ini maupun pada Pilpres 2029.
“Jadi dari awal juga sudah mengatakan kita mendukung Presiden Prabowo, sekarang all out, perwakilan-perwakilan PAN yang ada di kabinet juga all out mendukung, ya ini tidak ada, bukan pilihan, tetapi tidak opsi lain bagi kita untuk tetap berada di jalur untuk mendukung Bapak Presiden, baik sekarang dalam pemerintahnya maupun yang akan datang dalam Pilpres 2029,” ucapnya.






