Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (11/2/2026) siang. Sejumlah menteri kabinet dipanggil untuk membahas isu-isu strategis, terutama terkait perekonomian dan ketahanan pangan nasional.
Menteri Kabinet Hadiri Rapat Terbatas
Pantauan di lokasi, para menteri mulai berdatangan ke Istana sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka yang hadir di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Kehadiran para menteri ini mengindikasikan adanya pembahasan mendalam mengenai berbagai sektor krusial yang menjadi perhatian pemerintah.
Fokus pada Perekonomian dan Ketahanan Pangan
Meskipun belum ada keterangan resmi mengenai agenda spesifik rapat, Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa pembahasan akan berpusat pada sektor ekonomi. “Yang pasti bahas ekonomi. Apanya nanti kita dengar dari Bapak langsung,” ujar Airlangga saat ditanya wartawan.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan akan melaporkan progres hasil pertanian, khususnya terkait stok beras, kepada Presiden Prabowo. Ia menegaskan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman menjelang bulan Ramadan.
“Progres pangan khususnya beras, kemudian jagung dan hilirisasi, harga juga, stok pangan,” ungkap Amran.
Lebih lanjut, Amran merinci ketersediaan stok beras yang saat ini mencapai 3,4 juta ton. Angka ini diproyeksikan akan terus bertambah di bulan-bulan berikutnya.
| Komoditas | Stok Saat Ini (Ton) | Proyeksi Bulan Berikutnya (Ton) |
|---|---|---|
| Beras | 3.400.000 | 3.800.000 (Akhir Bulan) |
| Beras (Maret) | – | 4.000.000 |
“Banyak, sekarang stok kita 3,4 juta ton hari ini. Kemungkinan akhir bulan 3,8 juta ton. Bulan Maret itu bisa 4 juta ton,” jelas Amran, seraya menambahkan bahwa ketersediaan stok bantuan beras untuk masyarakat juga mencukupi.
Rapat terbatas ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.






