Selebriti

Resep Sahrul Gunawan dan Dine Mutiara Jaga Keharmonisan: Nikah Santai Tanpa Target

Advertisement

Pasangan selebritas Sahrul Gunawan dan Dine Mutiara Aziz telah menjalani biduk rumah tangga selama kurang lebih tiga tahun. Keduanya membagikan resep rahasia mereka dalam menjaga keharmonisan, yang berpusat pada konsep slow living. Konsep ini menekankan pada menjalani hubungan suami istri tanpa tekanan target yang memberatkan, melainkan dengan pendekatan yang santai dan mengalir.

Konsep Slow Living dalam Pernikahan

Sahrul Gunawan mengungkapkan bahwa pendekatan santai menjadi kunci kenyamanan dalam rumah tangganya. “Kayaknya kalau kita mah santai ya,” ujar Sahrul Gunawan kepada wartawan di Studio Rumpi: No Secret TTV dikutip Selasa (20/1/2026). Ia menambahkan, “Slow living soalnya kita sih. Gak ada target, gak ada apa, ngejalanin senyamannya kita gitu.”

Prinsip utama yang dipegang Sahrul adalah penerimaan. Ia percaya bahwa pernikahan bukan tentang mengubah pasangan agar sesuai dengan keinginan pribadi. “Karena, bersama itu kan tidak harus jadi membuat pasangan kita sesuai dengan keinginan kita. Jadi, aku kenapa nyaman itu karena ya sudah kita jalan yang bikin happy masing-masing tapi tetap berkomitmen,” jelas Sahrul.

Fleksibilitas dalam Quality Time

Mengenai waktu berkualitas atau quality time, pasangan ini tidak menerapkan jadwal yang kaku. Dine Mutiara menjelaskan bahwa mereka tidak memaksakan adanya kencan harian atau mingguan. Momen kebersamaan justru sering kali tercipta secara spontan di tengah kesibukan masing-masing.

“Quality time jalan terus, tapi gak ada target harus satu bulan sekali, harus satu minggu sekali. Pokoknya pas kita bisa, jalan,” kata Dine. Sahrul menambahkan bahwa pertemuan yang tidak direncanakan justru memberikan kesan yang lebih menyenangkan.

Advertisement

“Jadi gak yang direncanain gimana-gimana. Malah itu jadi beban gitu ya, jadi kayak seperti oh harus, harus. Gak gitu,” ucap Sahrul.

Pengalaman Masa Lalu Menjadi Pelajaran

Kematangan Sahrul dan Dine dalam membina rumah tangga juga dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu mereka. Dine secara terbuka mengakui bahwa status mereka sebagai “alumni” kegagalan rumah tangga sebelumnya justru membuat keduanya lebih bijak dalam menjalani pernikahan saat ini.

“Pokoknya gimana lulusan orang-orang gagal tuh lebih santai ngejalanin perjalanan rumah tangga. Alumnus, jadi lebih berusaha untuk bertoleransi lebih tinggi, lebih matang,” ungkap Dine.

Pernyataan tersebut diamini oleh Sahrul Gunawan. Ia menambahkan bahwa pengalaman pahit di masa lalu telah menjadi pelajaran berharga yang membuat hubungan mereka kini terasa jauh lebih tenang. “Itu tepatnya. Jadi akhirnya jadi lebih slow,” pungkas Sahrul.

Advertisement