Nama Rian D’Masiv belakangan kembali ramai diperbincangkan di media sosial X, dikaitkan dengan isu child grooming. Perbincangan ini berpusat pada dugaan perlakuan vokalis D’Masiv tersebut terhadap mantan personel JKT48. Menanggapi isu yang kembali mengemuka, Rian D’Masiv memberikan bantahan tegas.
Bantahan Langsung dari Rian D’Masiv
“Yang pasti itu tidak benar,” ujar Rian D’Masiv saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu (28/1/2026). Ia menjelaskan bahwa permasalahan ini sebenarnya sudah lama terjadi, namun kembali dibahas oleh warganet karena adanya isu lain yang sedang viral.
Rian menambahkan bahwa isu ini sebelumnya sudah pernah menjalani proses hukum. Ia pun menyerahkan sepenuhnya pembahasan lebih lanjut mengenai hal ini kepada kuasa hukumnya. “Sebenarnya kalau soal itu, itu sudah pernah diproses secara hukum juga. Langsung ke pengacara aja,” tegas Rian dengan nada santai.
Saat diwawancarai awak media, Rian D’Masiv tampak tidak menghindar dan menjawab pertanyaan dengan tenang. Ia terus membantah perihal isu yang kembali beredar tersebut. “Sebenarnya itu dulu, hal yang sempat dinaikin. Yang pasti itu tidak benar. (Isu lama) yang 2021 itu lo,” tambahnya.
Konteks Isu yang Beredar
Sebelumnya, perbincangan di media sosial X dan Threads ramai membahas dugaan perlakuan Rian D’Masiv. Salah satu cuitan yang beredar menyebutkan adanya permintaan nomor telepon hingga ajakan untuk datang ke tempat gym pada suatu waktu. Akun yang mengunggah informasi tersebut mengklaim telah mencoba menghubungi Rian, namun justru dituduh mencari sensasi.
Salah satu akun X, @uhhh.melia, menuliskan, “Kata istri nya Rian D’Masiv, gue pengen pansos pas gue aduin tingkah laku laki nya yg kegatelan. Masa sih gue pengen pansos pdhl laki nya yg kepengen bgt sm gue (eh maksud nya ngobrol) di hotel dia stay jam 3 pagi sampe call gue dgn jeda almost an hour later?????? Lagian gmn cara nya pansos sm org yg udah gada gaung nya dmn2?”.
Artikel ini juga menyertakan tautan video berjudul “Apakah Ada Tanda Jika Anak Alami Child Grooming? Ini Kata Psikolog”.






