Selebriti

Roy Marten: Pernikahan Tanpa Restu Orang Tua Kurang Afdal Meski Sah di Mata Hukum

Advertisement

Jakarta – Aktor senior Roy Marten memberikan pandangannya mengenai pernikahan, khususnya terkait restu orang tua. Menurutnya, meskipun pernikahan bisa dianggap sah secara hukum negara, namun dalam konteks budaya dan etika di Indonesia, ada sesuatu yang terasa kurang jika tanpa persetujuan orang tua.

Pernikahan Sah, Namun Kurang Lengkap

Roy Marten menjelaskan bahwa jika kedua mempelai telah memasuki usia dewasa, ketidakhadiran orang tua tidak akan menggugurkan keabsahan pernikahan di mata hukum sipil. “Selama dia sudah masuk umur, berarti kalau menurut saya, kalau misal orang tua nggak datang, kalau secara hukum sah ya sah,” ujar Roy Marten kepada wartawan di Studio Brownis TTV, dikutip Kamis (15/1/2026).

Namun demikian, ayah dari Gading Marten ini menekankan betapa pentingnya kehadiran orang tua dalam momen sakral tersebut. Ia berpendapat bahwa pernikahan tanpa restu orang tua terasa tidak lengkap. “Cuma ya kurang afdal. Sebaiknya pernikahan ya disetujui oleh kedua orang tua,” tambahnya.

Advertisement

Perbedaan Budaya dan Realita Anak Muda

Roy Marten menyoroti faktor budaya sebagai alasan utama pandangannya. Ia membandingkan budaya Asia yang sangat menjunjung tinggi peran orang tua dengan budaya Barat yang mungkin berbeda. “Karena kita orang Asia. Kalau orang Barat mungkin berbeda. Jadi sekali lagi kalau menurut hukum sah apa nggak? Saya kira sah. Cuma sekali lagi, kurang afdal,” tegas Roy.

Lebih lanjut, Roy Marten mengungkapkan bahwa secara pribadi ia sangat mengharapkan restu orang tua dalam sebuah pernikahan. Meski demikian, ia juga memahami realita anak muda zaman sekarang yang terkadang mengabaikan hal tersebut ketika sedang dimabuk asmara. “Kalau saya pribadi, saya sangat mengharapkan restu orang tua. Tapi kalau anak… orang muda kalau sudah jatuh cinta kan tidak peduli sama orang tua, katanya. Jadi, nggak bisa sepihak,” pungkasnya.

Advertisement