Berita

Satu Keluarga Ditemukan Tewas Berangkulan dalam Longsor Cisarua, Korban Meninggal Capai 17 Jiwa

Advertisement

Tim SAR gabungan menemukan tiga jenazah satu keluarga dalam kondisi saling berangkulan di lokasi longsor sektor B Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu (25/1/2026). Ketiganya, yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, tertimbun di rumah mereka yang ambruk akibat bencana tersebut.

Evakuasi Tiga Jenazah Satu Keluarga

Proses evakuasi tiga jenazah satu keluarga ini dilakukan di tengah upaya pencarian korban longsor yang terus berlangsung. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari keluarga, ada sembilan keluarga yang terdampak longsor. Namun, tim SAR berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban dari satu keluarga tersebut dalam keadaan yang memilukan.

“Ada satu keluarga di sini yang menyatakan bahwa ada sembilan keluarga yang bersangkutan itu tertimbun. Yang masuk tadi itu ada tiga (korban) satu keluarga dengan bapak, ibu dan satu anaknya ditemukan dalam keadaan berangkulan dan satu rumah di situ. Kita berhasil evakuasi,” ujar Kombes Hendra Rochmawan, seperti dilansir Antara.

Update Jumlah Korban Meninggal

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, telah mencapai 17 orang. Dari jumlah tersebut, 11 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.

Advertisement

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa identifikasi 11 jenazah telah selesai, sementara 6 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. “Tim Disaster Victim Identification (DVI) kini berhasil mengidentifikasi 11 jenazah dan 6 lainnya saat masih dalam proses identifikasi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Proses Identifikasi Jenazah

Hingga Minggu (25/1), tim SAR gabungan telah menyerahkan total 25 kantong jenazah untuk proses identifikasi lebih lanjut. Jumlah ini mencakup 11 jenazah yang sudah teridentifikasi dan 6 jenazah yang masih dalam proses pencocokan data.

Proses identifikasi jenazah, terutama yang berupa potongan tubuh, memerlukan waktu lebih lama dibandingkan jenazah yang utuh dan memiliki identitas pendukung. Tim DVI akan bekerja keras untuk mencocokkan data antemortem guna memastikan identitas setiap korban.

Advertisement