Berita

Seskab Teddy Indra Wijaya Beberkan Hasil Kerja Penanganan Bencana Sumatera dalam Sebulan

Advertisement

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah telah bergerak cepat dalam menangani bencana yang melanda Sumatera. Dalam kurun waktu satu bulan, pemerintah diklaim telah menunjukkan hasil konkret dalam pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Perbaikan Infrastruktur Mendesak

Teddy memaparkan bahwa perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama. Dari 78 jalan nasional yang sempat terputus akibat bencana di tiga provinsi tersebut, kini hanya tersisa 6 titik yang masih dalam proses penyambungan. Empat di antaranya berada di Aceh, sementara sisanya tersebar di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Selain jalan nasional, pembangunan jembatan lintas kabupaten yang menghubungkan wilayah terdampak juga dikebut. Sebanyak 12 jembatan, termasuk yang melintasi sungai selebar 50 hingga 180 meter, telah berhasil tersambung. Teddy mengapresiasi kecepatan pengerjaan yang rata-rata memakan waktu satu minggu hingga sepuluh hari, jauh lebih cepat dari estimasi normal yang bisa lebih dari satu bulan.

Pembangunan Hunian dan Fasilitas Kesehatan

Dalam aspek hunian, Teddy menyebutkan bahwa 600 rumah akan rampung dalam pekan depan. Selain itu, BNPB telah menyiapkan 450 hunian, dan Presiden menginstruksikan pembangunan 15.000 rumah tambahan. Menteri Perumahan juga telah memulai pembangunan 2.500 rumah hunian tetap, dengan lahan yang disediakan oleh BUMN dan PTPN, serta akan membangun 2.500 unit lagi minggu depan.

Di sektor kesehatan, 87 rumah sakit yang sebelumnya lumpuh akibat bencana kini telah beroperasi kembali dan dapat melayani pasien, meskipun beberapa belum sepenuhnya sempurna. Dari 867 puskesmas yang terdampak, hanya 8 yang belum beroperasi.

Advertisement

Pemulihan Sektor Pendidikan dan Ekonomi

Sektor pendidikan dan ekonomi juga menjadi perhatian pemerintah. Sebagian besar sekolah yang terdampak telah dibersihkan dan kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, bahkan oleh anak-anak pengungsi. Pasar-pasar tradisional juga mulai berangsur pulih dan beroperasi, menandakan geliat ekonomi yang mulai bangkit.

Instruksi Presiden dan Gotong Royong

Teddy menegaskan bahwa percepatan penanganan bencana ini sesuai dengan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo. Ia mengapresiasi kerja sama dan gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh pihak, termasuk petugas, relawan, dan masyarakat di lapangan, yang menjadi kunci keberhasilan penanganan dalam kurun waktu satu bulan.

“Ini dalam satu bulan. kenapa bisa cepat? Bapak Presiden dari awal menginstruksikan kepada semuanya agar secepat mungkin lakukan dengan segera pemulihan, yaa ini hasilnya,” ujar Teddy dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana di Sumatra Jelang Akhir Tahun di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Ia menambahkan, “Kenapa bisa? Karena di lapangan para petugas dan warga nyatanya itu sama-sama saling bantu, saling kerja sama gotong royong semua. Petugas, relawan, masyarakat di lapangan seperti itu, makanya satu bulan ini kita bisa seperti itu.”

Advertisement