Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa tiang-tiang monorel yang berlokasi di kawasan Senayan belum akan dibongkar. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menjelaskan bahwa berbeda dengan tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, tiang di Senayan berada di luar kewenangan Pemprov DKI.
“Kalau Senayan, setahu saya itu wewenangnya Setneg,” ujar Rano saat ditemui usai menghadiri acara Go Live Ceremony ERP Fusion PAM Jaya di Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Kamis, 15 Januari 2026.
Rano Karno menambahkan bahwa penataan tiang monorel di Rasuna Said dilakukan karena proyek tersebut telah terbengkalai lebih dari dua dekade dan dinilai mengganggu keselamatan serta tata kota. Sementara itu, penanganan tiang monorel di Senayan memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat.
Meskipun demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap membuka peluang untuk memanfaatkan tiang monorel di Senayan. Salah satu opsi yang sempat dibahas adalah penggunaan tiang sebagai media reklame atau videotron, meskipun tidak semua tiang dapat dimanfaatkan.
“Kita juga sedang mencoba, agar memang dari beberapa tiang yang ada bisa digunakan untuk reklame. Tapi mungkin tidak semua,” tuturnya.
Rano Karno juga mengungkapkan bahwa keberadaan sejumlah tiang monorel di kawasan Senayan, termasuk yang berada di belakang gedung DPR, dinilai mengganggu. Ia menambahkan bahwa opsi pembongkaran tetap dapat dilakukan jika tiang-tiang tersebut dinilai tidak lagi fungsional.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menyatakan bahwa pembongkaran tiang monorel diprioritaskan di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Untuk kawasan Senayan, Pemprov DKI memilih opsi pemanfaatan agar aset yang ada tetap memiliki nilai guna.
“Kalau ini sudah berjalan dengan baik, yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar, tetapi beberapa akan kami sisakan untuk videotron dan sebagainya, untuk reklame. Jadi harus dimanfaatkan,” kata Pramono Anung di sela peninjauan pemotongan tiang monorel Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Januari 2026.
Pramono Anung menilai pemanfaatan tiang monorel sebagai videotron dan reklame akan lebih bermanfaat dibandingkan seluruhnya dibongkar. Langkah ini tidak hanya menghindari pemborosan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi daerah.
Sementara itu, pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said telah dimulai sejak Rabu, 14 Januari 2026. Total ada 109 tiang monorel yang akan dipotong dan ditata ulang sebagai bagian dari penataan kawasan, dengan target penyelesaian pada September 2026.






