Warga di Jalan Nirbaya Raya, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, digegerkan dengan kemunculan seekor ular yang tiba-tiba jatuh dari plafon rumah pada Jumat (16/1/2026) siang.
Ular Sapi Jatuh dari Atap
Peristiwa tak terduga ini terjadi sekitar pukul 12.48 WIB. Ular yang jatuh dari atap teras rumah tersebut diketahui merupakan jenis ular lanang sapi atau ular sapi (Coelognathus radiata). Hewan liar itu sempat bersembunyi di antara tumpukan galon air di sudut rumah warga.
“Objek evakuasi hewan liar, 1 ekor ular sapi lanang,” ujar petugas Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Menindaklanjuti laporan warga, satu tim pemadam kebakaran yang terdiri dari empat personel segera meluncur ke lokasi kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi dimulai pada pukul 13.01 WIB.
Kejadian ini sontak mengejutkan warga yang sedang berkumpul dan mengobrol di teras rumah. “Ketika sedang duduk-duduk sambil ngobrol di teras rumah, warga kaget tiba-tiba ada ular jatuh dari atap plafon teras rumah dan bersembunyi di pojokan tumpukan galon yang ada di depan rumah warga,” tutur salah seorang saksi mata.
Proses penangkapan ular berlangsung lebih dari satu jam, dan dinyatakan selesai pada pukul 14.20 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
Mengenal Ular Lanang Sapi
Ular lanang sapi (Coelognathus radiatus) merupakan jenis ular yang cukup umum ditemui di Indonesia. Dilansir dari detikJateng, ular dengan corak cokelat kehitaman ini dikenal karena gerakannya yang cepat saat merasa terancam.
Menurut informasi dari laman Reptiles and Amphibians of Thailand, jika terdesak, ular ini dapat mengangkat sepertiga bagian tubuhnya dari tanah, membentuk posisi seperti huruf ‘S’. Ular sapi juga akan melebarkan lehernya secara vertikal dan menunjukkan perilaku agresif untuk mengintimidasi musuh.
Apabila upaya tersebut gagal, ular ini terkadang akan berpura-pura mati. Dikutip dari Malaysian Biodiversity Information System (MBIS), ular sapi memiliki beberapa nama lain, termasuk rat snake, radiated snake, ular rusuk kerbau, ular sapi lanang, ular tedung tikus, dan ular tikus.
Ular ini memiliki pola makan yang spesifik, memangsa hewan-hewan kecil seperti tupai, kelelawar, katak, kadal, tikus, dan burung. Meskipun tidak berbisa, air liur ular sapi mengandung bakteri yang dapat menyebabkan infeksi jika terjadi gigitan.






