Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya kemampuan bercerita atau storytelling dalam memberikan pemahaman yang akurat kepada masyarakat mengenai penanganan kanker yang tepat. Hal ini disampaikannya dalam acara ‘United by Unique: Empowering Frontliners to Promote Cancer Awareness and Early Detection’ yang digelar dalam rangka World Cancer Day 2026 di Gedung ICTEC RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Narasi Kuat untuk Fakta Kanker
Menurut Rerie, sapaan akrabnya, para penyintas kanker memiliki peran krusial dalam meyakinkan publik tentang urgensi penanganan medis. “Seorang penyintas kanker, seperti saya, memiliki kemampuan untuk menceritakan perjalanan pengobatan kanker yang dialami untuk meyakinkan masyarakat terkait pentingnya penanganan medis dalam mengatasi kanker,” ujar Rerie dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Ia menambahkan bahwa storytelling merupakan metode yang sangat efektif untuk menyajikan fakta-fakta kompleks seputar kanker agar lebih mudah dicerna oleh masyarakat luas. Angka kematian akibat kanker, misalnya, akan lebih bermakna jika disampaikan melalui narasi yang kuat dan menyentuh.
Rerie menjelaskan, bagaimana angka kematian dapat diceritakan dengan baik, serta pentingnya deteksi dini dalam upaya menekan angka tersebut, harus menjadi pemahaman kolektif masyarakat melalui bangunan narasi yang disebarluaskan.
Strategi Tingkatkan Kepedulian
Untuk itu, Rerie menganggap pelatihan yang bertujuan meningkatkan keterampilan storytelling bagi komunitas penyintas kanker dan tenaga kesehatan sebagai langkah strategis. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam mengatasi kanker secara tepat.
Lebih lanjut, Rerie menyatakan harapannya agar peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengobatan yang tepat dan deteksi dini kanker mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Hal ini merupakan bagian integral dari upaya menekan angka kematian akibat kanker di Indonesia.






