Berita

Megawati Ungkap Kekhawatiran Paus Fransiskus tentang Ancaman Global Warming

Advertisement

Abu Dhabi – Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan Paus Fransiskus, mendiang pemimpin Gereja Katolik ke-266. Dalam percakapan tersebut, Megawati mengungkapkan kesamaan pandangan dengan Paus Fransiskus mengenai ancaman pemanasan global (global warming). Pernyataan ini disampaikan Megawati usai menghadiri forum Zayed Award Roundtable 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Kamis (5/2/2026).

Penunjukan sebagai Dewan Juri Zayed Award

Megawati Soekarnoputri mengisahkan bagaimana ia ditunjuk menjadi salah satu dewan juri Zayed Award 2024. Penunjukan ini merupakan kolaborasi antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Al-Azhar. “Betul-betul saya harus berterima kasih kepada Paus Fransiskus dan juga Imam Besar Masjid Al-Azhar, karena saya dipilih sebenarnya oleh Imam Besar Masjid Al-Azhar, yang disetujui juga oleh Paus Fransiskus,” ujar Megawati.

Kekhawatiran Bersama tentang Pemanasan Global

Lebih lanjut, Megawati memaparkan kekhawatiran yang ia bagi dengan Paus Fransiskus terkait isu pemanasan global. Ia menekankan bahwa ancaman dari fenomena ini semakin nyata dan telah dirasakan dampaknya di berbagai belahan dunia. Megawati mengutip pernyataan Paus Fransiskus mengenai penelitian di Vatikan terkait kutub. Menurut Paus, lapisan es di kutub kini tidak hanya mencair seperti biasa, tetapi mengalami keretakan parah dan mengapung dalam bongkahan es yang sangat besar. “Paus Fransiskus, selain tokoh agama Kristen itu beliau mengatakan bahwa di Vatikan beliau itu membuat juga penelitian untuk kutub. Dan sebenarnya ini harusnya, makanya di sini saya ingin mengatakan bahwa kita pun harus berhati-hati. Karena menurut beliau, kutub itu sekarang tidak hanya mencair kalau seperti biasanya, tetapi itu sudah cracking, cracking dan mengapung-apung seperti bongkahan es yang luar biasa,” jelas Megawati.

Advertisement

Ketua Umum PDI Perjuangan ini menambahkan bahwa berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor cuaca, melainkan juga akibat perubahan iklim yang signifikan. “Jangan dipikirkan bahwa kemarin itu banyak sekali kejadian memang karena hujan. Tetapi yang juga harus diamati dengan baik adalah cairnya yang namanya air tampungan dari kutub itu kan kalau masuk ke tempat kita yang punya arus panas itu pasti akan mencair,” imbuhnya.

Keprihatinan atas Bencana di Tiga Daerah

Megawati Soekarnoputri juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengaku merasa terluka melihat kehancuran yang ditimbulkan di ketiga wilayah tersebut. “Saya sangat prihatin dan saya sangat terluka ya. Makanya kalau para wartawan melihat saya sudah mengumpulkan, masih sampai hari ini, itu adalah kami punya namanya Badan Penanggulangan Bencana yang dengan seluruh kekuatannya itu sudah saya terjunkan ke tiga tempat itu, dan masih terus berjalan,” ungkapnya.

Advertisement