Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya upaya mewujudkan keluarga sebagai ruang aman bagi perempuan demi mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa perempuan memegang peranan krusial dalam proses pembangunan nasional.
Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan
“Perempuan memiliki peran krusial dalam proses pembangunan, merealisasikan keluarga sebagai ruang aman bagi perempuan merupakan langkah strategis yang harus diwujudkan,” ujar Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (27/1/2026).
Pernyataan ini merespons temuan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang pada Rabu (21/1) lalu menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga).
Isu Krusial Perempuan dalam Keluarga
Komnas Perempuan mencatat 18 isu krusial yang dihadapi perempuan dalam ranah keluarga. Isu-isu tersebut dikelompokkan ke dalam empat klaster utama:
- Isu struktural yang dihadapi perempuan.
- Dampak kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa.
- Kerentanan perempuan dari kelompok masyarakat adat dan agama.
- Pemiskinan perempuan dalam lingkup keluarga.
Menurut Rerie, isu-isu krusial terkait perempuan ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan berbagai proses pembangunan. Oleh karena itu, ia mendesak agar isu-isu tersebut menjadi perhatian serius pihak-pihak terkait untuk segera ditangani.
Upaya Perlindungan dan Pemenuhan Hak
Rerie berpendapat bahwa berbagai upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak dasar perempuan harus segera direalisasikan. Ia berharap, dengan terpenuhinya hak-hak tersebut, partisipasi perempuan di berbagai sektor pembangunan dapat meningkat, yang pada gilirannya akan mengakselerasi kemajuan bangsa.






