Berita

Wali Kota Pekanbaru Luncurkan SIP AMAN, Perizinan Investasi Kini Hanya 1,5 Jam

Advertisement

PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Perizinan Akuntabel, Mudah, Amanah dan Nyaman (SIP AMAN) sebagai upaya mempermudah dan mempercepat proses perizinan investasi. Peluncuran ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi pelayanan publik, memangkas birokrasi yang rumit, dan memberantas praktik pungutan liar (pungli).

Terobosan Era Digitalisasi

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyatakan bahwa SIP AMAN merupakan terobosan penting di era digitalisasi saat ini. Ia menekankan pentingnya melayani masyarakat dan investor dengan cepat, tepat, dan transparan.

“Kehadiran aplikasi SIP AMAN ini sebagai salah satu terobosan era kompetisi digital saat ini. Kami ingin melayani masyarakat dan investor dengan cepat, tepat dan juga transparan,” ujar Agung Nugroho di Perkantoran Tenayan, Rabu (14/1/2026).

Perizinan Mudah Kunci Percepatan Investasi

Agung Nugroho menyadari bahwa kemudahan, kecepatan, dan transparansi dalam perizinan adalah kunci utama untuk mempercepat peningkatan investasi di Kota Pekanbaru. Ia berpendapat bahwa proses perizinan yang berbelit-belit dapat menghambat masuknya investor dan perputaran ekonomi.

“Investor tidak akan masuk, ekonomi juga tidak akan berputar kencang jika pintunya dalam hal ini perizinan berbelit-belit. Oleh karena itu butuh transformasi pelayanan publik dan ini harga mati,” tegasnya.

Aplikasi SIP AMAN yang berbasis website ini merupakan implementasi dari janji kampanye Agung-Markarius pada Pilkada 2024 lalu. Sistem ini tidak hanya sekadar pemindahan data digital, tetapi merupakan wujud birokrasi yang ramah terhadap investasi.

“Istilahnya ini adalah karpet merah bagi siapa saja yang ingin membangun kota ini. Tentu sesuai aturan,” imbuhnya.

Fokus pada Layanan Persetujuan Bangunan (PBG)

Wali Kota Agung Nugroho juga menegaskan komitmen SIP AMAN dalam pembenahan sektor Layanan Persetujuan Bangunan (PBG). Ia memahami bahwa sektor properti dan konstruksi merupakan penggerak ekonomi yang memicu ratusan industri turunan.

“Saya paham betul bahwa sektor properti dan konstruksi adalah lokomotif ekonomi yang memggerakkan ratusan industri turunan lain. Jika izin PBG lambat, tentu proses pembangunan terhambat. Akhirnya lapangan kerja tertunda,” jelasnya.

Advertisement

Cegah Pungli dan Tingkatkan Kecepatan Pelayanan

Agung Nugroho meminta seluruh pegawai, kepala dinas, camat, lurah, hingga RT/RW untuk bekerja cepat dan sigap, layaknya pegawai di sektor swasta. Ia menargetkan birokrasi yang efisien dan pelayanan yang bebas keluhan (zero complain).

“Setelah peluncuran aplikasi SIP AMAN ini saya minta secara tegas kepada seluruh dinas dan tim teknis bekerja cepat. Proses birokrasi harus bisa kerja dengan kecepatan swasta. Pastikan sistem ini berjalan sempurna. Ya untuk pelayanan juga harus zero complain, tunjukkan birokrasi kita bisa bekerja cepat, kecepatan swasta,” serunya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan SIP AMAN dan tidak menggunakan calo dalam pengurusan izin.

“Pak camat, lurah, RT, RW tolong edukasi masyarakat. Jangan pakai calo, urus izin sekarang mudah, bisa lewat HP dan lebih transparan. Pastikan tidak ada lagi warga takut atau bingung mengurus izin bangun rumah,” kata Agung.

Aplikasi ini dirancang untuk memberikan pelayanan yang nyaman, transparan, menutup celah pungli dan gratifikasi, serta mudah diakses.

Pemangkasan Waktu Pengurusan Izin

Salah satu terobosan signifikan dari SIP AMAN adalah pemangkasan waktu pengurusan izin. Jika sebelumnya proses ini bisa memakan waktu hingga dua tahun, kini hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

“Dahulu itu butuh waktu bertahun-tahun, sekarang cukup 1,5 jam,” ungkap Wali Kota yang juga menjabat sebagai Ketua IMI Riau tersebut.

Advertisement