Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan imbauan kepada warga yang bermukim di kawasan pesisir Pantai Utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob. Peringatan ini berlaku hingga tanggal 3 Februari 2026.
Penyebab dan Prediksi Banjir Rob
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa imbauan ini dikeluarkan menyusul fenomena pasang maksimum air laut yang diperkirakan terjadi antara 27 Januari hingga 3 Februari 2026. Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, pasang maksimum ini dipicu oleh kombinasi fase bulan purnama dan kondisi perigee, yaitu saat bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi.
Kondisi astronomis tersebut berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut di wilayah pesisir, yang dapat menyebabkan terjadinya banjir rob di sejumlah area pesisir utara Jakarta. Isnawa Adji merinci bahwa puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi antara pukul 05.00 hingga 11.00 WIB.
“Fenomena pasang maksimum ini berpotensi memicu peningkatan tinggi muka air laut, sehingga masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan,” ujar Isnawa Adji.
Wilayah Terdampak dan Imbauan
Beberapa wilayah yang diprediksi berpotensi terdampak banjir rob meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, serta kawasan Kepulauan Seribu.
Isnawa menjelaskan bahwa durasi pasang tinggi air laut diperkirakan dapat berlangsung selama beberapa hari berturut-turut. Oleh karena itu, BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk senantiasa mewaspadai perubahan kondisi cuaca dan dinamika air laut yang dapat berubah dengan cepat. Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari aktivitas di kawasan pesisir yang berisiko terdampak banjir rob, terutama saat puncak pasang.
Warga juga diinstruksikan untuk memastikan sistem drainase di sekitar rumah berfungsi dengan baik guna mencegah terjadinya genangan air.
Sumber Informasi Resmi
BPBD DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal digital pemerintah. Informasi terkini dapat diakses melalui laman Peringatan Dini Gelombang Pasang di bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI untuk pelaporan genangan, serta situs pantaubanjir.jakarta.go.id untuk pembaruan kondisi secara real-time.






