Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, mengungkapkan bahwa banjir yang melanda sejumlah kawasan di Jakarta Utara pada Senin (12/1/2026) disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi. Intensitas hujan tercatat mencapai 192 milimeter (mm) di Stasiun Hujan Kamal dan 178 mm di Stasiun Hujan Koja pada pukul 13.00 WIB.
Curah Hujan Ekstrem
Hendra Hidayat menyatakan bahwa angka tersebut tergolong ekstrem. “Intensitas hujan ini bisa dikatakan ekstrem. Saat ini wilayah-wilayah yang masih terdampak banjir adalah utara dan sebagian wilayah barat (dikarenakan hujan lebih banyak di utara),” kata Hendra kepada wartawan pada Selasa (13/1/2026).
Langkah Antisipasi Pemkot Jakarta Utara
Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara telah menginstruksikan seluruh personel untuk bersiaga di lapangan. Selain itu, pompa air siaga juga telah disiapkan di titik-titik rawan banjir.
“Saya perintahkan semua personel dan sarana atau perlengkapan tetap selalu siaga mengantisipasi dan menangani situasi dan kondisi di lapangan. Seluruh personel dan pompa siaga,” ujar Hendra.
Ia menambahkan, “Pompa-pompa, khususnya di wilayah utara sudah dan tetap beroperasi.”
Dampak Banjir
Banjir yang terjadi kemarin sempat menggenangi beberapa ruas jalan utama di Jakarta Utara, termasuk Jalan Jembatan Tiga dan Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading. Bahkan, banjir juga merendam permukiman warga di Pademangan Timur, Jakarta Utara. Akibat peristiwa ini, dilaporkan sebanyak 458 jiwa terpaksa mengungsi.






