Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, dan sekitarnya pada Jumat (6/2/2026) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa ini termasuk kategori dangkal dan tidak berpotensi tsunami.
Penyebab Gempa Dangkal Akibat Subduksi Lempeng
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” ujar Daryono dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, Daryono memaparkan bahwa gempa di Pacitan memiliki mekanisme thrust fault. Mekanisme ini mengindikasikan adanya pergerakan naik pada lempeng bumi. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelasnya.
Gempa Dirasakan di Sejumlah Wilayah
Getaran gempa M 6,4 ini dilaporkan dirasakan di berbagai wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan skala intensitas MMI (Modified Mercalli Intensity) II hingga IV.
Wilayah yang merasakan getaran paling kuat adalah Bantul, Sleman, dan Pacitan dengan skala intensitas IV MMI. “Skala intensitas IV MMI, (artinya) bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah,” terang Daryono.
Sementara itu, daerah Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, dan Banjarnegara merasakan getaran dengan skala intensitas III MMI. Skala ini menggambarkan getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk yang berlalu.
Getaran dengan skala intensitas II MMI juga dilaporkan terasa di Tuban dan Jepara. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung mulai bergoyang. “(Skala) II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” kata Daryono.
Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan, gempa bumi yang berpusat 89 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa terjadi pada pukul 01.06 WIB.






