Berita

Eddy Soeparno dan Zulkifli Hasan Dorong Investasi Energi Terbarukan Indonesia di UEA

Advertisement

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bertemu dengan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Al Mazroui, di sela acara Abu Dhabi Sustainability Week. Pertemuan ini fokus pada pembahasan investasi energi terbarukan di Indonesia.

Komitmen UEA untuk Energi Terbarukan Indonesia

Dalam acara yang dihadiri para pemangku kepentingan global di sektor keberlanjutan, energi, dan perubahan iklim, UEA menyatakan komitmennya untuk memperluas proyek energi bersih di Indonesia. Suhail Al Mazroui menyoroti keberhasilan proyek panel surya terapung yang dikembangkan oleh Masdar di Cirata.

“Masdar di Cirata sudah berjalan lancar dan menjadi benchmark bagi Masdar untuk mengembangkan proyek energi terbarukan di Indonesia,” ujar Suhail dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026). Ia menambahkan, “Karena itu rencananya kami akan memperluas wilayah pengembangan energi terbarukan di wilayah perluasan Cirata dan juga di Jatigede. Semoga kerjasama Indonesia dan Uni Emirat Arab ini berjalan dengan lancar.”

Dukungan Indonesia untuk Investasi Energi Bersih

Eddy Soeparno menyambut baik komitmen UEA untuk meningkatkan investasi energi terbarukan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memperbesar bauran energi bersih guna mencapai target Net Zero Emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat.

“Kami menyambut baik komitmen UEA untuk memperluas investasi energi terbarukan di Indonesia. Selama ini kami juga berkomunikasi secara intens dengan Masdar dan berkolaborasi untuk mempermudah proses administrasi dan teknis dalam perluasan investasi ini,” ungkap Eddy.

Advertisement

Sebagai pimpinan MPR, Eddy Soeparno menyatakan dorongannya terhadap regulasi yang dapat mempermudah investasi energi terbarukan dan keberlanjutan. Saat ini, MPR sedang dalam tahap finalisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Terbarukan (EBET), RUU Kelistrikan, serta revisi Undang-Undang (UU) Migas.

“Saya secara individu juga mendorong pengesahan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim sebagai upaya mitigasi dan adaptasi menghadapi dampak krisis iklim,” tambah Eddy.

Ajakan Investasi Sektor Energi Lain

Lebih lanjut, Eddy Soeparno mengajak pemerintah UEA untuk tidak hanya berinvestasi pada panel surya terapung, tetapi juga merambah sektor energi angin, panas bumi (geothermal), hingga energi air.

“Kami juga mengajak UEA untuk berinvestasi membangun infrastruktur transmisi listrik berskala besar untuk menghubungkan pusat-pusat sumber energi terbarukan dengan wilayah dengan permintaan energi tinggi. Ini merupakan komitmen Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan energi di Indonesia,” tutup Eddy.

Advertisement