Pandeglang, Banten – Kawasan Kecamatan Patia dan Pagelaran di Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali diguyur hujan deras disertai angin kencang pada Kamis (15/1/2026). Kondisi ini memicu kekhawatiran warga akan potensi banjir susulan yang lebih tinggi.
Salah seorang warga Desa Surianen, Patia, Encun Surtiah, mengungkapkan kekhawatirannya. “Kalau hujan begini terus, takut hujan naik lagi,” ujarnya.
Encun menambahkan bahwa wilayahnya telah dilanda banjir sebanyak empat kali sejak awal tahun. Namun, banjir yang terjadi pada pekan ini dinilai paling parah dan membutuhkan waktu lama untuk surut. “Sudah empat kali banjir dari awal tahun, namun yang pekan ini paling tinggi dan bertahan lama sudah hampir enam hari,” tuturnya.
Banjir tersebut juga mengganggu mobilitas warga. Sejumlah ruas jalan tergenang air, memaksa sebagian warga menggunakan perahu untuk beraktivitas. “Kalau yang mau ke Desa Idaman, nggak bisa lewat darat, harus pakai perahu,” jelas Encun.
Sekretaris BPBD Pandeglang, Nana Mulyana, mengonfirmasi bahwa kondisi air di Pagelaran mulai berangsur surut. Namun, di Desa Idaman, Patia, ketinggian air masih mencapai pinggang orang dewasa.
“Desa Idaman Patia masih tinggi, ketinggian sekitar 30-50 sentimeter,” kata Nana.
Ia merinci bahwa banjir kali ini berdampak pada 12 kecamatan, 40 desa, dan menimpa 29.000 jiwa di wilayah selatan Pandeglang.






