Berita

Kapolri Resmikan 19 Jembatan ‘Merah Putih Presisi’ di Jateng, Permudah Mobilitas Warga

Advertisement

Klaten – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Pembangunan jembatan ini merupakan wujud kehadiran Polri dalam membantu masyarakat, khususnya untuk memperlancar mobilitas dan konektivitas antarwilayah.

Peresmian dipusatkan di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Klaten, pada Rabu (14/1/2026). Jenderal Sigit tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemecahan kendi berisi air bunga oleh Jenderal Sigit. Pemecahan kendi ini memiliki makna filosofis, yaitu terbukanya jalan kehidupan dan tuntasnya pembangunan agar manfaat jembatan dapat mengalir bebas untuk masyarakat. Air melambangkan kehidupan dan keberlanjutan, sementara bunga melambangkan doa serta niat baik yang dilepaskan. Dalam falsafah Jawa, prosesi ini menandai keikhlasan penyerahan jembatan agar resmi digunakan dan membawa keselamatan bagi semua.

Sembilan belas jembatan yang diresmikan tersebar di berbagai kabupaten di Jawa Tengah, meliputi Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, hingga Sragen. Salah satu jembatan yang menjadi titik pusat peresmian di Klaten memiliki panjang 30 meter dan kini sudah dapat digunakan 100 persen oleh warga.

Jembatan Strategis di Atas Sungai Dengkeng

Jembatan yang menjadi titik pusat peresmian ini merupakan infrastruktur strategis yang membentang di atas Sungai Dengkeng. Jembatan ini menghubungkan Desa Cucukan dengan Desa Kotesan. Pembangunan jembatan ini menggantikan jembatan lama yang dibangun pada tahun 1981 dan hancur pada tahun 2021 akibat banjir aliran Sungai Dengkeng.

Pembangunan jembatan baru dengan panjang 15 meter dan lebar 4 meter ini memberikan manfaat signifikan bagi 2 desa, 11 dukuh, dan 890 kepala keluarga (KK). Selain itu, terdapat 4 sekolah dengan total 371 siswa yang terhubung langsung oleh pembangunan jembatan ini, mempermudah akses anak-anak untuk bersekolah.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya pada seluruh jajaran Polda Jawa Tengah dan pihak terkait yang telah bekerja keras menyukseskan terselenggaranya acara ini,” ujar Jenderal Sigit.

Advertisement

Ia menambahkan, pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam melaksanakan perintah Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. “Sehingga dapat mempermudah mobilitas masyarakat, terutama anak-anak untuk dapat bersekolah dengan aman, mendukung aktivitas ekonomi, pemulihan infrastruktur, dan memperkuat akses antarwilayah, khususnya di daerah yang membutuhkan infrastruktur penunjang,” jelasnya.

Selain meresmikan infrastruktur, mantan Kabareskrim Polri ini juga menyempatkan diri memberikan bantuan sosial secara simbolis. Bantuan diserahkan kepada perwakilan anak sekolah, warga kurang mampu, hingga kelompok tani di sekitar lokasi.

Seusai peresmian, Jenderal Sigit melakukan peninjauan langsung ke atas jembatan untuk memastikan kualitas pembangunan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Mabes Polri serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah.

Realisasi Pembangunan Jembatan Polri

Secara keseluruhan, Polda Jawa Tengah telah membangun 63 jembatan. Rinciannya, 19 jembatan diresmikan hari ini, 15 jembatan dalam tahap proses pembangunan, 4 jembatan dalam tahap persiapan, dan 25 jembatan lainnya dalam tahap survei serta perencanaan.

Hingga saat ini, Polri telah melakukan perbaikan dan pembangunan total 178 unit jembatan di seluruh Indonesia. Rinciannya adalah 58 unit selesai dibangun, 32 unit dalam proses pembangunan, 6 unit jembatan bailey dalam tahap pengiriman, dan 82 unit dalam tahap perencanaan.

Dari total tersebut, 34 unit jembatan dibangun di wilayah terdampak bencana. Rinciannya, 17 unit telah selesai, 3 unit masih dalam proses pembangunan, 6 unit jembatan bailey dalam tahap pengiriman, dan 8 unit dalam tahap perencanaan.

Advertisement