Perseteruan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi yang telah berlangsung sejak 2015 tampaknya masih membekas. Insiden di MotoGP Sepang pada tahun tersebut menjadi titik awal keretakan hubungan keduanya, yang dikenal sebagai ‘Sepang Clash’. Dalam insiden itu, Rossi menyenggol Marquez hingga terjatuh, memicu ketegangan yang berlanjut.
Menanggapi pertanyaan dari pewarta mengenai hubungannya dengan Rossi, Marc Marquez menyampaikan pandangannya. Ia berharap para pendukungnya tidak menyimpan rasa dendam. “Hidup dengan rasa dendam itu sangat berat. Saya tak ingin pendukung saya menyimpan dendam; saya ingin mereka menyimpan energi agar bisa bertepuk tangan untuk saya,” ujar Marquez seperti dikutip dari Marca.
Marquez juga menambahkan pandangannya mengenai insiden di lintasan balap. “Saat saya cedera, ada pebalap lain yang menghalangi jalan saya. Dia membuat kesalahan, tapi tak ada seorang pun yang melakukannya dengan intensi, dan orang terkadang tak memahami itu,” jelasnya.
Musim lalu, Marc Marquez menunjukkan performa impresif bersama tim Ducati. Setelah periode sulit bersama Honda, ia berhasil bangkit dan meraih gelar juara MotoGP 2026, menunjukkan ketangguhan dan kemampuannya untuk kembali ke puncak.



