Berita

Wamendagri Pastikan Desa dan Kelurahan Jadi Subjek Utama Pembangunan Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Advertisement

JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa desa dan kelurahan akan ditempatkan sebagai subjek utama dalam setiap pembangunan. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas layanan publik, serta menggerakkan ekonomi lokal, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pembangunan Dimulai dari Desa

Penegasan ini disampaikan Wiyagus saat membuka ‘Lokakarya Desa dan Kelurahan Berorientasi’ dalam rangka Hari Desa Nasional Tahun 2026 di Pendopo Gedhe Pemkab Boyolali, Rabu (14/1/2026). Ia menyatakan bahwa kebijakan ini selaras dengan Asta Cita Presiden RI yang menekankan bahwa pembangunan harus dimulai dari desa.

“Ini selaras dengan Asta Cita Presiden RI bahwa pembangunan harus dimulai dari desa,” kata Wiyagus dalam sambutannya.

Penghargaan untuk Desa dan Kelurahan Berprestasi

Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Jamintel Kejaksaan Agung Reda Manthovani, serta sejumlah pejabat lainnya. Dalam kesempatan itu, diserahkan pula penghargaan kepada 57 desa dan kelurahan yang meraih juara satu tingkat provinsi pada tahun 2025, serta enam perwakilan desa binaan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wamendagri Akhmad Wiyagus.

“Saya bangga bisa hadir di depan para kades dan lurah berprestasi,” ujarnya.

Wiyagus menambahkan bahwa desa dan kelurahan yang menerima penghargaan merupakan bukti nyata bahwa kepemimpinan yang kuat, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat dapat menjadikan mereka sebagai pusat pertumbuhan di tingkat lokal. Ia berharap pengalaman dari para penerima penghargaan ini dapat disebarluaskan dan menjadi acuan untuk kemajuan di masa depan.

Advertisement

“Pengalaman yang dimiliki desa dan kelurahan berprestasi ini diharapkan dapat disebar luaskan dan dijadikan acuan untuk kemajuan di masa depan,” imbuhnya.

Desa sebagai Subjek yang Berdaya

Lebih lanjut, Wiyagus menjelaskan bahwa dalam Asta Cita pemerintahan Prabowo, pembangunan desa menjadi prioritas utama. Pembangunan yang dimulai dari desa dan dari bawah bertujuan untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Desa tidak lagi dipandang sebagai objek, melainkan sebagai subjek yang berdaya, mandiri, dan inovatif.

“Hal ini sejalan dengan tema Hari Desa Nasional 2026 yaitu Bangun Desa, Bangun Indonesia. Desa Terdepan untuk Indonesia,” ujarnya.

Capaian pembangunan desa menunjukkan tren positif. Berdasarkan pemantauan dan pembinaan pemerintah, jumlah desa berstatus berkembang dan maju terus meningkat. Hal ini diiringi dengan peningkatan inovasi pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, serta praktik tata kelola pemerintahan yang transparan dan partisipatif.

“Artinya pembangunan di desa sudah menjadi barometer, bahwa Indonesia maju kalau desanya maju. Capaian ini tidak terlepas dari peran kepala daerah, perangkat desa dan kelurahan, serta dukungan aktif masyarakat,” tuturnya.

Advertisement