Jakarta – Camat Kebayoran Lama, Mustofa Thohir, mengungkapkan adanya dugaan penebangan pohon secara ilegal di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ia menduga pelaku penebangan tersebut adalah oknum aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Dugaan Pelaku Oknum ASN Bina Marga
Mustofa menyatakan bahwa berdasarkan informasi awal, pelaku penebangan pohon tersebut diduga berasal dari staf Bina Marga. “Sepertinya dilakukan oleh staf BM (Bina Marga dan saat ini sudah di TL (tindak lanjut tingkat kota,” ujar Mustofa saat dihubungi pada Rabu (14/1/2026).
Pohon Milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Lebih lanjut, Mustofa menjelaskan bahwa pohon yang ditebang tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Posisi pohon yang berada persis di pinggir jalan raya semakin memperkuat kepemilikan Pemprov DKI.
“Ya kalau pohon kan pinggir jalan semuanya punya DKI. Itu kelihatan banget di pinggir jalan. Jangankan di pinggir jalan, yang di luar-luaran dalam-dalaman pinggir jalan aja itu punya DKI semua rata-rata,” jelasnya.
Motif Penebangan Masih Misteri
Hingga kini, Mustofa mengaku belum mengetahui motif atau alasan di balik tindakan oknum ASN tersebut menebang pohon di Kebayoran Lama. Ia menduga ada permintaan dari pihak tertentu.
“Belum tahu kita. Kita tanya pertama siapa dulu pelakunya, kita belum sampai ke situ (motif). Tapi kayaknya sudah menghadap ke sana dia. Kalau saya sih curiganya ada permintaan dari siapa di situ, cuma kita belum konfirmasi ke yang lain-lain,” imbuhnya.
Proses Interogasi dan Tindak Lanjut
Mengetahui adanya kabar penebangan ilegal, pihak kecamatan segera melakukan klarifikasi kepada Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga dan Satpel Taman. Menurut Mustofa, hanya kedua instansi tersebut yang memiliki peralatan pemotong pohon.
“Yang punya mesin potong itu enggak ada lain cuma dua doang, kan gitu kita bilang. Kalau yang lain enggak ada yang punya. Ya sudah, ngaku aja kira-kira siapa, kita coba WA ke dia. Kalau Satpel Taman sudah menghadap, kita yakinin dia enggak. Tapi pas Satpel dari Bina Marga, ‘Izin, Pak, saya menghadap’. Ya sudah kita ‘dedes’ (interogasi) dia,” terangnya.






