Berita

Mendikdasmen Resmikan 53 Sekolah Baru Hasil Revitalisasi Pasca Bencana di Aceh

Advertisement

Aceh – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 53 satuan pendidikan yang telah direvitalisasi di Aceh. Program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan layanan pendidikan pasca bencana alam yang melanda wilayah tersebut.

Peresmian Terpusat di Aceh Tengah dan Aceh Utara

Peresmian secara terpusat dilakukan di dua lokasi berbeda. Di SD Negeri 12 Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Abdul Mu’ti meresmikan secara simbolis 53 satuan pendidikan yang tersebar di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Sekolah-sekolah ini direvitalisasi untuk memulihkan infrastruktur pendidikan yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di dataran tinggi Gayo.

“Sekolah harus kembali menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman. Karena itu, revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan layanan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis, Rabu (3/2/2026).

Relokasi Sekolah Rawan Bencana dan Pembangunan Fasilitas Baru

Dalam kunjungannya, Mendikdasmen meninjau langsung sejumlah sekolah yang terdampak bencana dan masih menggunakan ruang darurat untuk pembelajaran. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk merelokasi sekolah yang berada di zona rawan bencana serta mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan baru.

Menanggapi kondisi SMP Negeri 22 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, yang rusak berat dan berulang kali tertimpa longsor, Abdul Mu’ti menyatakan bahwa bangunan tersebut tidak memungkinkan lagi untuk digunakan. Pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk merelokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman. “Insyaallah, sekolah tersebut akan mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru pada tahun 2026,” sambungnya.

SD Negeri 12 Bintang, yang mengalami longsor di bagian belakang bangunan, juga akan menerima bantuan tambahan berupa pembangunan ruang kelas baru. Selain di Aceh Tengah, peresmian juga dilakukan di SMA Negeri 1 Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, yang mencakup rehabilitasi 23 satuan pendidikan terdampak bencana dengan standar keselamatan dan kebutuhan pembelajaran yang baru.

Pemanfaatan Teknologi dan Dukungan Fasilitas

Hingga kini, melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025, sebanyak 36 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan 17 sekolah di Kabupaten Bener Meriah telah selesai dibangun dan siap digunakan. Abdul Mu’ti juga mendorong modernisasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi, termasuk penyediaan Papan Interaktif Digital (PID) dan penguatan konektivitas internet, bahkan layanan berbasis satelit untuk daerah terpencil.

Pemerintah juga konsisten dalam pemenuhan fasilitas pendukung seperti ruang guru dan rumah dinas guru. Dampak revitalisasi ini dirasakan langsung oleh para penerima manfaat.

Advertisement

Harapan dari Pihak Sekolah dan Murid

Kepala SLB Negeri Silih Nara Angkup Takengon, Yusbida, menuturkan bahwa sekolahnya sebelumnya mengalami kekurangan ruang kelas dan fasilitas pendukung. “Saya berharap, program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat terus berlanjut agar semakin banyak sekolah di daerah memperoleh lingkungan belajar yang layak,” tuturnya.

Kepala SMAN 1 Timang Gajah, Bener Meriah, Marhamah, mengungkapkan apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah. “Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Mendikdasmen atas perhatian dan dukungan pemerintah (merehabilitasi sekolah) karena manfaatnya dirasakan nyata,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMK Ummul Ayman 2 Kabupaten Pidie Jaya, Faisal, berharap unit kelas baru segera terbangun agar siswa dapat belajar kembali dalam kondisi yang lebih nyaman. Alfrizi Maulana, murid kelas 11 SMK Ummul Ayman 2, mengaku merindukan ruang belajar yang nyaman dan tidak bisa melakukan praktik karena area praktikum rusak akibat banjir. “Semoga unit kelas baru bisa segera dibangun dan kami bisa belajar kembali di ruang kelas yang nyaman dengan meja dan kursi,” harapnya.

Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Suprananta, menyebut program ini menjadi kabar gembira bagi 260 muridnya yang ingin kembali ke sekolah. “Sekolah kami memang sudah aktif kembali, tapi masih kelas darurat. Dengan PKS ini kami insyaallah bisa membangun kembali sekolah kami yang rusak parah karena bencana,” pungkasnya.

Percepatan Pemulihan Pendidikan di Aceh

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kemendikdasmen terus mempercepat pemulihan pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026. Sebanyak 114 sekolah (99 SMK, 13 SLB, dan 2 PKBM) terdampak bencana di Aceh telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) sebagai dasar pelaksanaan program.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menilai penandatanganan PKS sebagai langkah nyata rekonstruksi dan pemulihan pendidikan. “Apa yang telah ditandani hari ini adalah dokumen awal kebahagiaan bagi orang-orang sekitar kita, para siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah di tempat Bapak Ibu untuk mengembalikan kondisi sekolah yang insyaallah lebih nyaman dan tentunya aman bagi seluruh warga sekolah,” terang Tatang.

Ia berharap dokumen tersebut segera dieksekusi setelah dana bantuan cair, agar awal tahun ajaran baru siswa dapat belajar dengan nyaman dan aman di sekolah yang baru. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Dahlawi, menyebut penandatanganan PKS sebagai harapan baru bagi pendidikan rakyat Aceh. “Revitalisasi ini membawa harapan baru bagi pendidikan Aceh. Dengan program Revitalisasi, kami berharap pendidikan di Aceh segera pulih dan pendidikan di Aceh ke depannya akan sama dengan daerah lainnya,” kata Dahlawi.

Advertisement