Senegal berhasil menjuarai Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan Maroko dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang digelar di kandang Maroko, Senin (19/1) dini hari WIB. Gol tunggal kemenangan Senegal dicetak oleh Pape Guaye di babak perpanjangan waktu.
Drama Penalti di Penghujung Laga
Pertandingan berjalan alot sepanjang 90 menit waktu normal. Maroko sejatinya mendapatkan kesempatan emas untuk unggul melalui titik putih jelang akhir pertandingan. Hadiah penalti diberikan setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR) mengonfirmasi adanya pelanggaran terhadap pemain Maroko dalam situasi sepak pojok.
Brahim Diaz, bintang Maroko yang bermain untuk Real Madrid, maju sebagai eksekutor. Namun, keputusannya untuk menggunakan teknik tendangan panenka berujung petaka. Tendangan yang ia lepaskan dengan mudah dimentahkan oleh kiper Senegal, Edouard Mendy.
Kegagalan Diaz mengeksekusi penalti tersebut sontak menjadi sorotan, terutama bagi pelatih Arab Saudi, Herve Renard. Ia mengecam keras keputusan Diaz yang dinilainya kurang menghormati perjuangan seluruh rakyat Maroko.
Renard: Kurang Hormat pada Negara
Herve Renard, yang pernah membawa Pantai Gading dan Zambia menjuarai Piala Afrika, menyuarakan kekecewaannya terhadap aksi Diaz. Ia membandingkan insiden tersebut dengan pengalamannya sendiri di Piala Arab akhir Desember lalu.
“Penalti Panenka Brahim Diaz? Anda bisa untuk gagal mengeksekusi penalti, tetapi dalam kasus ini, saya tegas dan saya tidak punya belas kasihan,” ujar Renard seperti dikutip dari AS.
Menurut Renard, tindakan tersebut menunjukkan kurangnya rasa hormat. “Itu perasaan kurangnya rasa hormat terhadap seluruh negara dan seluruh rakyat yang telah berjuang untuk meraih kesuksesan selama 50 tahun.”
Renard menambahkan, “Dalam skala yang lebih kecil, saya mengalami hal yang sama di Piala Arab melawan Maroko. Salah satu pemain saya, Abdullah Al-Hamdan, gagal mengeksekusi penalti Panenka. Saya memintanya untuk menemani saya ke konferensi pers pasca pertandingan dan meminta maaf.”
Kegagalan penalti Diaz membuat Maroko harus melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu. Tanpa gol tambahan di sisa waktu, Maroko yang bertindak sebagai tuan rumah harus rela melihat trofi Piala Afrika 2025 direbut oleh Senegal.
Sumber: 90Menit.ID






