Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons insiden robohnya plafon di SDN 05 Pademangan Timur, Jakarta Utara. Ia secara tegas memerintahkan jajaran terkait, terutama Dinas Pendidikan DKI Jakarta, untuk segera menangani kejadian tersebut. “Yang pertama untuk SDN Pademangan Timur, kalau memang benar roboh, saya segera perintahkan habis ini kepada dinas,” ujar Pramono di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/1/2026).
Gubernur Pramono juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta untuk turut mengawasi proses penanganan agar perbaikan dapat dilakukan secara cepat dan menyeluruh. “Saya minta Pak Sekda untuk mengawasi, kepada Dinas Pendidikan untuk segera diselesaikan,” tambahnya.
Sebelumnya, plafon bangunan sekolah di Pademangan Timur, Jakarta Utara, ambruk setelah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Peristiwa ini terjadi di SDN 05 Pademangan Timur pada Senin (12/1/2026) pagi.
Detail Kejadian
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa plafon roboh sekitar pukul 07.30 WIB di lantai 4 gedung sekolah. Saat kejadian, para siswa tengah berada di dalam kelas dan segera dievakuasi oleh guru ke lapangan. “Pada saat siswa sedang sarapan MBG di kelas, terlihat plafon roboh dari ujung depan kelas. Guru-guru segera mengevakuasi siswa ke lapangan,” kata Yohan dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Runtuhan plafon tersebut berdampak pada empat ruang kelas dan satu lorong di lantai yang sama. Dugaan sementara penyebab kejadian adalah rembesan air dari atap sekolah ke bagian plafon akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. “Rembesan air membuat plafon tidak mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk,” jelas Yohan.
BPBD DKI Jakarta mencatat tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 70 juta.






