Berita

Polda Kalbar Tegaskan Siswa SMP Pelempar Molotov Tak Terkait Jaringan Terorisme

Advertisement

Kubu Raya – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) membantah adanya kaitan antara kasus pelemparan benda yang diduga bom molotov ke SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, dengan jaringan terorisme. Hasil penyelidikan awal menunjukkan pelaku, yang diidentifikasi sebagai RY, seorang siswa kelas IX di sekolah tersebut, tidak terafiliasi dengan kelompok teroris atau radikal mana pun.

Kasus Murni Kenakalan Remaja

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalbar, Kombes Bambang Suharyono, menyatakan bahwa kasus ini murni merupakan kasus anak berhadapan dengan hukum yang dipengaruhi oleh faktor psikologis dan lingkungan.

“Tidak ada keterkaitan dengan jaringan terorisme. Ini murni kasus anak berhadapan dengan hukum yang dipengaruhi faktor psikologis dan lingkungan,” tegas Bambang Suharyono, seperti dilansir detikKalimantan, Jumat (6/2/2026).

Pentingnya Edukasi Publik

Polda Kalbar menekankan pentingnya edukasi publik agar masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan setiap tindakan kekerasan dengan terorisme. Pelabelan yang keliru dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi psikologis anak serta menghambat proses pemulihan dan pembinaan.

Advertisement

Pendekatan Kolaboratif

Ke depannya, kepolisian akan mengedepankan pendekatan kolaboratif dalam penanganan kasus serupa. Hal ini melibatkan psikolog, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) untuk memastikan aspek hukum, edukasi, dan perlindungan anak berjalan seimbang.

“Harus ada kolaborasi dengan stakeholder lain, seperti psikolog, unit PPA, dan KPAD untuk tindak lanjut terhadap anak yang berhadapan dengan hukum,” ujar Bambang.

Advertisement