Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, meragukan kemampuan Barcelona untuk meraih gelar Liga Champions musim ini. Keraguan itu dilontarkan Kroos meskipun Barcelona baru saja sukses mempertahankan gelar Piala Super Spanyol setelah mengalahkan Real Madrid di final.
Barcelona Raih Piala Super Spanyol, Tapi Performa Eropa Dipertanyakan
Barcelona berhasil menggulung Real Madrid dengan skor 3-2 dalam laga final Piala Super Spanyol yang digelar di Jeddah pada akhir pekan lalu. Kemenangan ini melanjutkan tren positif Barcelona di kompetisi domestik. Sembilan pertandingan terakhir di Liga Spanyol berhasil dimenangi oleh tim asuhan Xavi Hernandez tersebut, membuat mereka kokoh di puncak klasemen.
Saat ini, Barcelona memimpin klasemen Liga Spanyol dengan keunggulan empat poin dari rival terdekatnya, Real Madrid, setelah setengah kompetisi terlewati. Selain itu, Barcelona juga masih bertahan di Copa del Rey.
Perjalanan Barcelona di Liga Champions Masih Rumit
Namun, performa Barcelona di Liga Champions sedikit berbeda. Dalam fase grup, mereka baru memenangi tiga dari enam pertandingan yang telah dilakoni, dengan catatan dua kekalahan. Saat ini, Barcelona menduduki peringkat ketiga klasemen grup, dan harus berjuang keras untuk finis di delapan besar agar lolos otomatis ke babak 16 besar. Fase penyisihan grup ini sendiri hanya menyisakan dua pertandingan terakhir yang akan dimulai pada pertengahan pekan depan.
Kroos Yakin Barcelona Akan Lanjutkan Puasa Gelar Liga Champions
Toni Kroos, yang telah memenangi lima gelar Liga Champions bersama Real Madrid, memprediksi Barcelona akan kembali gagal meraih trofi Si Kuping Besar. Barcelona terakhir kali menjuarai Liga Champions pada musim 2014/2015.
“Barca sangat gembira dengan juara Piala Super Spanyol, tapi sekarang Liga Champions mendatangi Barcelona, di mana mereka melawan tim-tim level terbaik. Mereka toh tidak akan memenangi titel Eropa, setidaknya itu prediksiku,” ungkap Toni Kroos dalam siniar Einfach mal Luppen.
Pernyataan Kroos ini menyoroti perbedaan performa Barcelona antara kompetisi domestik dan Eropa, sekaligus memberikan pandangan skeptis terhadap ambisi mereka di ajang antarklub paling prestisius di benua biru.






