Banjir melanda Kabupaten Pandeglang, Banten, merendam sedikitnya 4.794 hektare lahan sawah yang tersebar di 15 kecamatan. Akibatnya, 65 hektare sawah dipastikan gagal panen setelah terendam air selama sepekan.
Detail Kerusakan Lahan Pertanian
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar, menyatakan bahwa data sementara mencatat 4.794 hektare sawah terendam banjir. “Dari 15 kecamatan itu ada sekitar 4.794 hektare terendam banjir,” ujar Uun, Selasa (20/1/2026).
Lebih lanjut, Uun merinci bahwa dari luasan tersebut, 65 hektare sawah dinyatakan gagal panen. “Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil pendataan di bawah oleh petugas, 65 hektare gagal panen,” jelasnya.
Stok Pangan Tetap Aman
Meskipun ada lahan yang gagal panen, Uun memastikan stok kebutuhan pangan di Pandeglang tidak terganggu. Ia menjelaskan bahwa lahan yang gagal panen hanya sekitar 1,3 persen dari total luas sawah yang terendam. “Ini masih (aman),” tegasnya.
Upaya Penanganan dan Bantuan
Saat ini, DPKP Pandeglang masih terus mendata jumlah petani yang terdampak langsung oleh banjir tersebut. Pihaknya berencana mengajukan bantuan benih dan bantuan beras kepada Pemerintah Provinsi Banten.
“Rencana kita usulkan dan identifikasi para petani yang sawahnya gagal panen atau puso, kita ajukan bantuan beras, melalui CBP cadangan beras pemerintah, yang ada di Pemprov Banten,” pungkas Uun.






