Sebuah truk mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak pembatas jalan di Jalan Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/1/2026) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.40 WIB ini menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah hingga mengular ke sejumlah ruas jalan di ibu kota.
Kronologi Kejadian
Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani, kecelakaan terjadi di Jalan Raya Casablanca arah barat, tepatnya di depan TPU Menteng Pulo. Truk yang dikemudikan oleh sopir berinisial R tersebut melaju dari arah timur menuju barat.
“Sesampainya di TKP, tepatnya depan TPU Menteng Pulo, menabrak beton pembatas (barrier) jalan yang berada di tengah. Akibat dari laka lantas tersebut kendaraan mengalami kerusakan,” ujar Ojo dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Meskipun kendaraan mengalami kerusakan, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan.
Dampak Kemacetan Luas
Kecelakaan tersebut berdampak signifikan pada arus lalu lintas di Jakarta Selatan. Sejumlah pengguna jalan melaporkan terjebak dalam kemacetan yang memakan waktu tempuh lebih lama dari biasanya.
Salah seorang warga, M Zidan, yang berangkat dari Kampung Melayu, Jakarta Timur, menuju kantornya di Semanggi, mengaku harus menghabiskan waktu 35 menit hanya untuk menempuh jarak dari flyover Kampung Melayu hingga flyover Casablanca. Padahal, biasanya ia hanya memerlukan waktu 20-30 menit.
“Karena emang rute itu langganan macet, jadinya saya jalan jam gitu. Biasanya saya ke kantor itu cuman 20-30 menit udah sampai kantor,” kata Zidan saat dihubungi, Selasa (20/1/2026).
Zidan menambahkan, berserakannya pembatas jalan di tengah jalan semakin memperparah kondisi macet. Kendaraan harus berjalan perlahan karena menghalangi akses menuju underpass Kuningan.
Akibatnya, Zidan baru tiba di kantornya pada pukul 07.35 WIB, atau memakan waktu total 1 jam 15 menit. Ia mengaku kelelahan akibat kemacetan tersebut, meskipun meeting di kantor belum dimulai karena ia berangkat lebih pagi.
Warga lain, Nico Ramadhan, yang berangkat dari Cipinang menuju Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, mengalami hal serupa. Perjalanan yang biasanya ditempuh dalam 20 menit, kali ini memakan waktu 40 menit di pagi hari. Ia memperkirakan kondisi akan semakin parah menjelang siang.
“Teman 1 divisi aja dari Bekasi ke kantor sampai 2,5 jam,” imbuhnya, menggambarkan betapa luasnya dampak kemacetan yang ditimbulkan.






