Aktor Jonathan Frizzy dipastikan menghirup udara bebas pada hari ini, Rabu, 7 Januari 2026. Pria yang akrab disapa Ijonk ini resmi keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas 2A Tangerang setelah mendapatkan program Cuti Bersyarat.
Kepala Subdirektorat Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Rika Aprianti, mengonfirmasi kabar kebebasan Jonathan Frizzy. Ia menjelaskan bahwa mantan suami Dhena Devanka tersebut telah memenuhi persyaratan untuk pulang lebih awal sebelum masa bebas murninya tiba. Kasus hukum yang menjeratnya terkait vape berisi obat keras.
Cuti Bersyarat Lebih Cepat dari Jadwal Bebas Murni
Rika Aprianti menyatakan, “Dibebaskan dengan program cuti bersyarat.” Berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Ditjenpas, Jonathan Frizzy seharusnya baru bebas murni pada 8 Maret 2026. Namun, dengan program Cuti Bersyarat, ia sudah diperbolehkan keluar per tanggal 7 Januari 2026.
“Kalau bebas murninya itu sebenarnya di tanggal 8 Maret. Dengan program Cuti Bersyarat, per tanggal 7 (Maret) berdasarkan SK dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, saudara Ijonk atau Jonathan Frizzy ya, dapat menjalankan program cuti bersyarat,” jelas Rika Aprianti.
Status Berubah Menjadi Klien Bapas Tangerang
Meskipun telah bebas, aktor berusia 43 tahun ini masih berada di bawah pengawasan ketat dan wajib mengikuti bimbingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tangerang hingga masa hukumannya benar-benar berakhir pada 8 Maret 2026.
“Dan per hari ini juga statusnya berubah dari narapidana menjadi klien Balai Pemasyarakatan Tangerang. Jadi sampai dengan tanggal 8 Maret, Ijonk wajib ikuti bimbingan dari Balai Pemasyarakatan Tangerang,” terang Rika Aprianti.
Rika menambahkan, selama masa bimbingan luar ini, Jonathan Frizzy tidak diperbolehkan melakukan pelanggaran apa pun, baik hukum pidana baru maupun aturan wajib lapor yang telah ditetapkan. “Kalau sampai terjadi (pelanggaran), maka program cuti bersyaratnya akan kita cabut dan kembalikan lagi ke dalam lapas menjalani sisa pidananya di dalam lapas,” tegasnya.
Kronologi Kasus Hukum Jonathan Frizzy
Kasus hukum yang menyeret Jonathan Frizzy bermula pada Maret 2025. Ia ditangkap polisi terkait penyelundupan dan peredaran cairan rokok elektrik atau vape yang mengandung zat Etomidate.
Dalam persidangan, Jonathan Frizzy terbukti berperan sebagai fasilitator yang membantu mencarikan kurir untuk membawa puluhan cartridge vape berisi obat keras dari Malaysia ke Indonesia. Ia bahkan disebut menginisiasi pembuatan grup WhatsApp bernama Berangkat untuk mengkoordinasikan pengiriman barang ilegal tersebut.
Atas perbuatannya, pada 22 Oktober 2025, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis 8 bulan penjara kepada Jonathan Frizzy. Hakim menyatakan ia terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan karena turut serta mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar mutu dan keamanan.






