Bencana tanah longsor yang melanda kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa (27/1/2026) menyisakan duka mendalam. Di tengah upaya pencarian korban, muncul kisah-kisah mengharukan, termasuk seorang ayah yang gigih mencari putrinya dan penemuan tragis satu keluarga yang tewas dalam dekapan satu sama lain.
Korban Jiwa dan Proses Identifikasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 17 warga meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Dari jumlah tersebut, 11 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Tim Disaster Victim Identification (DVI) kini berhasil mengidentifikasi 11 jenazah dan 6 lainnya saat masih dalam proses identifikasi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya pada Senin (26/1/2026). Hingga Minggu (25/1), tim SAR gabungan telah menyerahkan total 25 kantong jenazah, termasuk yang sudah teridentifikasi dan yang masih dalam proses.
Proses identifikasi jenazah, terutama yang berupa potongan tubuh, memerlukan waktu lebih lama dibandingkan jenazah yang utuh dan memiliki identitas pendukung. Tim DVI terus bekerja keras mencocokkan data antemortem untuk memastikan identitas setiap korban.
Perjuangan Ayah Mencari Sang Putri
Di antara puing-puing longsor, kisah Asep Heri (45) menjadi sorotan. Ia tak kenal lelah mencari putrinya, Tasya (17), yang menjadi salah satu korban. Dengan jas hujan berlumpur dan wajah penuh peluh, Asep duduk di tepi lokasi longsor Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat.
Selama tiga hari, Asep meninggalkan rumahnya di Ranca Upas, Ciwidey, Kabupaten Bandung, demi menemukan jasad sang anak. Ia juga kehilangan saudara dan keponakannya, Deni dan Ani, yang rumahnya tertimbun longsor dahsyat dari bukit di kaki Gunung Burangrang pada Sabtu (24/1/2026).
“Ya saya langsung mencari sendiri, ingin cepat menemukan tubuh anak saya, Tasya,” kata Asep kepada detikJabar pada Senin (26/1). Bermodalkan tangan dan cangkul, Asep berjuang keras. Pada hari Minggu, ia berhasil menemukan jasad Deni, Ani, beserta keponakannya. Meski lega menemukan kerabatnya, kesedihan mendalam masih menyelimutinya karena Tasya belum juga ditemukan.
Asep menyaksikan sendiri bagaimana kasih sayang seorang ibu. Jasad Ani ditemukan dalam posisi tertelungkup setengah bersujud, seolah melindungi anaknya. “Jadi almarhumah Ani itu melindungi anaknya, anak Ani ditemukan masih bersih. Rambutnya bersih, kemudian HP dia juga masih aktif. Kalau Deni di sampingnya,” tutur Asep.
Keluarga Ditemukan Berpelukan
Kisah pilu lainnya datang dari penemuan tiga jenazah satu keluarga yang tewas dalam kondisi saling berangkulan. Ketiga korban, yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, ditemukan di lokasi longsor sektor B Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (25/1).
Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan, seperti dilansir Antara, ketiganya ditemukan di rumah mereka dalam keadaan berpelukan. “Ada satu keluarga di sini yang menyatakan bahwa ada sembilan keluarga yang bersangkutan itu tertimbun. Yang masuk tadi itu ada tiga (korban) satu keluarga dengan bapak, ibu, dan satu anaknya ditemukan dalam keadaan berangkulan dan satu rumah di situ. Kita berhasil evakuasi,” jelasnya.
Ketiga jenazah tersebut segera dievakuasi ke pos Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.






